Sabtu, 10 November 2012 00:27:10 WIB

Keluarga Jangan Khawatir

Jemaah Haji Sakit, Biaya Ditanggung Pemerintah Saudi

ilusjemaah

JEDDAH (Pos Kota) – Saat ini sejumlah jemaah haji Indonesia masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi. Keluarga jemaah di Tanah Air tak perlu khawatir soal biaya, karena ditanggung oleh pemerintah Atab Saudi.

“Perwakilan haji Indonesia juga tetap mendampingi sampai jemaah itu sembuh, meskipun musim haji sudah selesai,” papar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi, Syaerozi Dimyati, di Jeddah, Jumat.

Sebelumnya, sepasang suami isteri meminta agar kepulangannya diundur karena ingin mendampingi Ibunya yang dirawat di rumah sakit Saudi.
Kepala Daerah Kerja Jeddah, Ahmad Abdullah, mengatakan kepada pasangan itu agar kembali ke tanah air sesuai jadwal karena ibunya akan diperhatikan oleh petugas haji. Setelah diberi keyakinan maka pasangan suami isteri itu bersedia pulang ke Indonesia sesuai jadwal.

Untuk biaya tiket jemaah yang sakit setelah musim haji menjadi tanggung jawab maskapai penerbangan. “Hal itu merupakan bagian dari kontrak penerbangan haji.”

Hingga kemarin, terdapat 221 jemaah yang masih dirawat, 84 di BPHI, 71 di Sektor, dan 51 di rumah sakit di Saudi. Sementara itu, sampai 8 November 2012 sebanyak 342 jemaah wafat di Tanah Suci.

SALING DORONG

Saling dorong antara jemaah haji Indonesia dan India sempat terjadi di Bandara King Abdul Azis, kemarin. Karena, pengelola bandara hanya membuka dua dari lima pintu (gate) yang ada sehingga jamaah saling berebut masuk ruang boarding.

“Kami sudah bicara pada pengelola bandara, tapi mereka tak menggubris dan membiarkan terjadinya penumpukan hingga terjadi saling dorong,” papar Senior Manager Hajj Policy and Planning Garuda Indonesia, Sofyan Anwar, seperti dilaporkan Wartawan Pos Kota H. Dwiyantoro.

Akibat dari fasilitas bandara yang tidak sepenuhnya dioperasikan, kata Sofyan, pesawat harus menunggu para jemaah hingga berjam-jam dari waktu yang seharusnya. “Kami mencatat delay karena faktor gate ini mencapai 15 persen,” kata Sofyan.

Akibat keterbatasan pintu, jika jamaah haji Indonesia sedikit saja terlambat mengantre, jamaah haji asal India langsung menyodok dipintu yang yang seharusnya buat jamaah Indnesia.

Hingga Jumat pagi (9/11) Garuda Indonesia telah menerbangkan 38.053 jamaah dengan 100 kelompok terbang (kloter). “Masih 195 kloter lagi yang harus kita terbangkan sampai dengan 29 November nanti,” jelas Sofyan. (johara)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.