Thursday, 19 September 2019

Saluran Air di Tegal Parang Mampet

Minggu, 11 November 2012 — 0:04 WIB
tegalparang1011

MAMPANG PRAPATAN (Pos Kota) – Saluran air di Gang Garuda yang menghubungkan Jalan Mampang Prapatan X (kompleks Bappenas) dan Jalan Mampang Prapatan XI di RT 006 RW 01, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jaksel, mampet. Saluran air sepanjang 200 meter tersebut tidak berfungsi optimal karena dangkal.

“Sudah berulangkali dikeruk warga, namun air masih ngembeng juga, nggak bisa ngalir kemana-mana,” keluh Isal, warga RT 06 RW 01. “Kami minta aparat terkait turun tangan.”

Warga dikatakan Isal sebenarnya mengharapkan agar saluran tersebut dinormalisasi. Selain mengatasi pendangkalan saluran di gang Garuda, normalisasi tersebut juga diharapkan bisa memfungsikan kembali saluran air di Jalan Mampang Prapatan X ujung.

Akibat tak berfungsinya saluran air di Gang Garuda dan Jalan Mampang Prapatan X ujung, hujan sedikit saja, air tumpah ke jalan-jalan. Ketinggian aliran air tersebut bisa setinggi lutut orang dewasa dan merusak aspal jalan. “Aliran air sangat kenceng, kayak kali,” tukas Budi, warga lainnya.

Ketua RW 01 Asmat Sugandi mengatakan saluran air yang ada di wilayahnya memang tidak bisa berfungsi optimal. Selain dangkal akibat timbunan lumpur, debit air yang cukup besar yang berasal dari perumahan warga di sepanjang Jalan Mampang Prapatan X membuat saluran air yang ada tidak lagi mampu menampung aliran air.

SALURAN PENDAMPING

Camat Mampang Prapatan, Agus Irwandi, saat meninjau kegiatan kerjabakti silaturahmi warga mengatakan bahwa untuk mengatasi mampetnya saluran air dan munculnya banjir bandang di RW 01, solusinya hanyalah membuat saluran air pendamping.

“Saluran air penghubung yang sudah ada harus dikeruk agar bisa berfungsi optimal,” jelas camat didampingi Lurah Tegal Parang, Muhammad Djoemena.

Camat berjanji akan membawa keluhan warga ini ke rapat pimpinan tingkat kota . “Skala pekerjaannya cukup besar jadi, tidak mungkin ditangani di tingkat kelurahan,” tandasnya.

Untuk sementara, kata Lurah Muhammad Djoemena, warga diminta rutin mengeruk dan mengangkat sampah dari saluran yang sudah ada. (inung/st)

Teks:Warga RT 006 RW 01 Tegal Parang, Jaksel, membongkar inrit yang menutupi saluran air yang mampet. (inung)