Salah Tangkap, Anggota Polres Tangerang Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Senin, 12 November 2012
Polri item-n

TANGERANG (Pos Kota) – Seorang tukang ojek melaporkan Polres Kota Tangerang ke SPK Polda Metro Jaya terkait kasus salah tangkap dan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Polres Kota Tangerang terhadap dirinya.

Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polres Kota Tangerang, tukang ojek bernama Ujang A. Sudirman,53, warga Kampung Kadu Sabrang, Cikupa, Kabupaten Tangerang itu mengalami luka-luka dibagian lengan pundak dan wajah.

Ujang saat itu dituding melakukan pencurian di rumah milik Mintarja di Perumahan Citra Raya, Kabupaten Tangerang. Jumat (19/10) lalu.

Di dampingi kuasa hukumnya Kartika Putri Yosodiningrat, SH.LLM, dari Law Firm Henry Yosodiningrat, bersama Ujang mendatangi SPK Polda Metro Jaya untuk membuat laporan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Kota Tangerang.

Tak hanya itu, ujang pun melaporkan ketidakprofesionalan polisi ke Propam Polda Metro Jaya.

“Kami mendampingi Ujang untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/3829/XI/2012/PMJ/Dit.Reskrim.Um pada tanggal 6 November 2012,” ungkap kuasa hukum Ujang Kartika Putri Yosodiningrat, SH.LLM ketika dihubungi Pos Kota, Senin (12/11).

Kartika menjelaskan kronologis yang menimpa kliennya tersebut. Saat itu sejumlah oknum polisi berpakaian preman mendatangi rumah Ujang di daerah Kampung Kadu Sabrang, Cikupa, Kabupaten Tangerang pada hari Jumat (19/10) lalu. Tukang ojek tersebut ditangkap dengan tuduhan telah melakukan pencurian dirumah Mintarja, di Perumahan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Pria berusia 53 tahun tersebut kemudian dimasukan ke dalam mobil dan dibawa rumah yang dilaporkan telah terjadi pencurian. Oknum anggota Polres Kota Tangerang itu kemudian menunjukan wajah Ujang kepada penjaga rumah tersebut untuk menanyakan apakah Ujang sebagai pelaku pencurian.

“Pada saat ditanya, si penjaga itu tidak mengiyakan atau membantah, penjaga rumah itu hanya menganggukan kepala saja,” kata Kartika.

Berdasarkan keterangan si penjaga rumah, Ujang kemudian dibawa ke Pospol Panongan. Di tempat tersebut ujang yang saat itu dalam keadaan diborgol dan mata ditutup dengan lakban mendapatkan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Kota Tangerang.

Dengan wajah babak belur, Ujang terus dianiaya selama perjalanan ke Polres Kota Tangerang. “Klien kami dianiaya hingga tak sadarkan diri. Ujang baru mengetahui jika dirinya berada di Polres Kota Tangerang setelah sadar dan bertanya ke petugas cleaning servise disana,” ungkap Kartika

Penyiksaan Ujang terus berlanjut, setelah dipaksa menandatangani Berkas Acara Pemeriksaan dan surat penahanan atas dirinya. Ujang kemudian dimasukan kembali ke dalam mobil oleh oknum Polres Kota Tangerang.

Di dalam mobil Ujang mengaku disetrum dibagian lengan, pundak. Pelipis kiri tukang ojek itu pun mengalami luka robek akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi berpakaian preman tersebut.

“Pada saat membuat laporan, klien kami menderita luka robek dipelipis kiri. Setelah membuat laporan, klien kami langsung menjalani visum sebagai bukti kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Kota Tangerang,” papar putri dari Henry Yosodiningrat itu.

Lanjut Kartika, Ujang baru dibebaskan setelah 14 hari berada di sel tahanan Polres Kota Tangerang. Korban dilepaskan tanpa pemberitahuan apakah itu SP3 atau alasan lain.

Sebelum kembali ke rumahnya, oknum anggota Polres Kota Tangerang itu membelikan pakaian dan memberikan uang sebesar Rp 1 juta sebagai ganti rugi karena tidak mengojek selama dua minggu.

“Klien kami ditahan sejak tanggal 19 Oktober dan dibebaskan pada tanggal 2 November. Sebelum dibebaskan, klien kami dibelikan baju dan diberi uang sebesar Rp 1 Juta sebagai uang ganti rugi tidak mengojek, ” ungkap Kartika.

Setelah memberi surat kuasa kepada dirinya, Ujang bersama kuasa hukumnya itu membuat laporan ke Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Pacsa penganiayaan itu, kondisi Ujang dalam keadaan penuh tekanan. Sejumlah polisi selalu mendatangi rumah Ujang yang berada di Kampung Kadu Sabrang, Cikupa, Kabupaten Tangerang. “Klien kami saat ini dalam keadaan tertekan. Keluarga Ujang ketakutan karena sering didatangi beberapa anggota polisi,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Tangerang, Kombes Bambang Priyo Andogo ketika dihubungi Pos Kota enggan berkomentar terkait kasus salah tangkap dan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Kota Tangerang. Kapolres meminta Pos Kota untuk melakukan konfirmasi kasus tersebut kepada Kasat Reskrim, Kompol Shinto Silitonga. “Silahkan tanya langsung ke kasat reskrim,” singkat kapolres.

Namun Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Shinto Silitonga tidak mau mengangkat telepon genggamnya. Pesan singkat yang dikirim pun tak dijawab. (C3/dms)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.