Monday, 20 August 2018

Komplotan Spesialis Bobol ATM Dibekuk

Kamis, 15 November 2012 — 16:48 WIB
atm2

BEKASI (Pos Kota) – Tiga pencuri uang di mesin ATM dibekuk petugas Polresta Bekasi di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Mereka terdiri dari Iskandar Muda, 27, Abdulah, 33, dan Hasani, 25. Sedangkan dua teman lainnya yang sudah diketahui dalam pengejaran.

Barang bukti berupa  7 kartu ATM berbagai bank, gergaji besi, 18 tusuk sate, enam lembar stiker nomor  pengaduan palsu.

Menurut Kasatreskrim Polresta Bekasi Kompol Dedy Murti Haryadi, dibekuknya komplotan pencuri unik ini berawal ketika Nuryasin, 24, hendak mengambil uang di mesin ATM di klinik bersalin Permata Bunda Cibitung, Kabupaten Bekasi pada 7 oktober lalu.

Kartu yang dimasukkan ke mesin ATM tak bisa keluar, bahkan uang juga tak bisa diambil karena mesin macet. Dari pemeriksaan diketahui kemudian, komplotan ini melakukan aksi dengan cara memasukkan potongan lidi ke dalam mesin ATM sehingga ketika ada warga mau mengambil uang, kartu yang dimasukkan tak bisa keluar.

Saat korban kebingungan di dalam mesin ATM, datang pelaku yang sebelumnya sudah memantau dari kejauhan  berpura-pura menolong . Lalu pelaku mengarahkan korban agar menghubungi nomor telepon operator palsu yang sebeluimnya sudah ditempelkan di dinding mesin ATM. Padahal telepon operator itu adalah nomor telepon teman penjahat ini.

Korban diminta nomor pinnya oleh operator jahat ini dan diminta keluar dari mesin ATM. “Hebatnya korban mempercayainya,” papar Kompol Dedy.

Korban kemudian diarahkan agar melapor ke bank yang mengeluarkan kartu atm tersebut. Saat korban pergi, si penjahat yang ada dalam mesin ATM tadi menguras uang yang ada.

Korban warga Kampung Wangkal,  Desa Kalijaya, Cibitung ini baru tahu kalau tabungannya habis setelah mengecek ke bank tempat korban membuat kartu ATM.

“Mereka melakukan di wilayah Jabodetabek. Kami menangkap pelakunya atas dasar laporan korban dan beberapa saksi di lokasi kejadian. Kami jerat pasal 363 KUHP ancaman 20 tahun penjara,” papar Kompol Dedi Murti Haryadi, Rabu(14/11) siang saat ditanya wartawan.(yanto/dms)

Foto: ilustrasi