Wednesday, 19 September 2018

Diduga Rugikan Negara Rp 1,3 Triliun

Kejaksaan Agung Masih Cekal Indar Atmanto

Jumat, 16 November 2012 — 0:32 WIB
jakscekal1511

JAKARTA (Pos Kota) – Kendati sudah diterima hasil audit BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) dan ditemukan kerugian negara sekitar Rp1,3 triliun, namun Kejaksaan Agung belum menahan tersangka dugaan pengalihan frekuensi 3G mantan Dirut PT IM2 Indar Atmanto.

“Sesuai pasal 21 KUHAP (Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana) tentang alasan penahanan. Itu semua kewenangan tim penyidik,” kata Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi saat dihubungi oleh wartawan di Jakarta, Kamis.

Namun begitu, dia tetap dikenakan status pencegahan kepergian ke luar negeri selama enam bulan dan dapat diperpanjang selama enam bulan berikutnya, sesuai dengan UU Imigrasi Nomor 6 tahun 2011.

Setia Untung Arimuladi yang hingga kini masih menjabat Asisten Khusus Jaksa Agung melanjutkan tim penyidik telah menerima hasil audit dari BPKP dan ditemukankerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp1,3 triliun.

“Auditnya, telah kita terima tanggal 9 November lalu. Di situ disebutkan ada jumlah kerugian negara sebesar Rp1,3 triliun,” ungkap mantan Kajari Jakarta Selatan seraya menambahkan sebanyak 30 saksi telah diperiksa dalam kasus dugaan korupri tersebut.

Kasus ini terkait dengan dugaan telah disalahgunakannya jaringan 3G PT Indosat Mega Media (IM2). Padahal jaringan frekuensi tersebut adalah milik PT Indosat Tbk, yang notabene induk perusahaan. Namun, Kejagung justru menilai pemakaian jaringan itu tidak sesuai ketentuan, sehingga diduga merugikan negara Rp1,8 triliun. (ahi)