Friday, 16 November 2018

Bogor Banjir, Katulampa Siaga

Minggu, 18 November 2012 — 15:47 WIB
gorjir1811

BOGOR (Pos Kota) – Hujan disertai angin kencang yang melanda Bogor sejak Sabtu malam hingga Minggu sore menyebabkan longsor, pohon bertumbangan dan banjir. Rumah rusak diterjang longsor di RT 06/RW14 Kelurahan Emang, sedangkan 21 rumah di empat kecamatan Kota Bogor teredam banjir setinggi lutut orang dewasa.

“Rumah milik Sani, di RT 06/RW14 Kelurahan Emang, Kecamatan Bogor Selatan rusak diterjang longsor. Sedangkan 21 rumah di Kecamatan Bogor Selatan, Barat, Utara dan Tanah Sareal terendam banjir. Dalam musibah ini tak ada korban jiwa,“ ungkap Jayadi, petugas piket Tagana Kota Bogor, Minggu.

Pihaknya mengungsikan Sani dan tiga anak dan istrinya ke kerumah kerabatnya. Sedangkan rumah yang terendam banjir disebabkan meluapnya sejumlah kali yang bermuara ke Sungai Ciliwung dan Cisadane serta selokan di pinggir jalan tersumbat sampah. “Saat ini air sudah menyurut, sebab tumpukan sampah yang menyumbat selokan itu sudah kita bersihkan,” tambahnya.

Sejumlah warga mengaku, tempat tinggalnya kerap menjadi langagan banjir jika hujan lebih dari enam jam. “Rumah kami kemasukan air sejak pk.18:00 dan air mulai surut sekitar pk.01:00,” ucap Wawan, warga di RT 04/07 Kelurahan Cibadak. Dia dan warga lainya diminta mengungsi ke rumah kerabatnya. “Sebab hujan masih berlangsung diperkirakan baru berhenti menjelang Senin pagi,” katanya.

Selain itu, sejumlah pohon bertumbangan dan menimpa aliaran listrik. Di antaranya di sekitar Pasar TU Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal yang menimpa sebuah angkot dan jaringan listrik. “Pohon yang menimpa jaringan listrik dan angkot itu sudah kita singkarkan sedangkan aliran listrik yang sempat padam sudah normal kembali,” kata Jayadi.

Hujan juga menyebabkan debit air di Bendung Katulampa meningkat dari 30 cm pada Sabtu siang mengjadi 110 cm pada Minggu petang. “Kenaikan air sudah berada di atas batas normal 60 cm artinya statusnya siaga tiga,” kata Kepala Bendungan Katulampa, Andi Sudirman.

Menurutnya, pada pk.15:00, ketinggian air mencapai 110 cm dengan volume air mencapai 2.360 kubik per detik. Diakuinya ketinggaian air di Bendungan Katulampa kali ini merupakan yang tertinggi sejak April lalu. Dengan kondisi ini, warga Bodetabek yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung harus waspada.

Diperkirakan debit air akan terus bertambah mengingat hujan di kawasan Puncak masih mengguyur. “Warga Jabodetabek yang tinggal di bantaran Ciliwung agar waspada kiriman air dari Katulampa,” imbaunya. (iwan)

Teks: Bendung Katulampa, Bogor