Senin, 19 November 2012 13:41:10 WIB

Menghitung Konsumsi BBM Secara Manual

bbm

TAHUKAH Anda cara menghitung konsumsi bahan bakar kendaraan. Padahal, mobil Anda tidak dilengkapi fitur penghitung konsumsi BBM pada Multi Information Display yang terdapat di bagian dashboard mobil?

Beberapa waktu lalu, AstraWorld memberikan tips cara menghitung pemakaian BBM, yakni metode full to full. Isi tangki bahan bakar sampai penuh, sampai kran otomatis berhenti pertama kali.

Langkah berikutnya, setelah kran  otomatis berhenti jangan menambahkan lagi BBM karena hal tersebut mengindikasikan bahan bakar telah sampai di leher tangki. Agar penghitungan lebih akurat dan memudahkan untuk memonitornya, sebaiknya pengisian BBM  dilakukan di SPBU resmi.

Setelah megnisi BBM,  tekan trip A pada odometer dan tahan sampai menunjukan angka 0000. Selanjutnya, jalankan mobil sampai menunjukan kilometer ke- 100 atau
lebih. Tujuannya agar perhitungan lebih mudah karena sudah terjadi pengurangan bahan bakar yang cukup signifikan dan tangki bahan bakar  siap diisi kembali.

Kemudian,  isi kembali tangki bahan bakar yang sudah berkurang dari pengisian semula. Isi tangki BBM sejenis sampai penuh kembali yang ditandai  berhentinya kran otomatis pertama kali. Jangan ditambahkan lagi setelah kran otomatis berhenti.

Langkah terakhir,  catat jumlah pengisian terakhir, misalnya  pengisian terakhir
tercatat 10,5 liter. Kemudian hitung pemakaian bahan bakar dari angka odometer. Contohnya saat terakhir isi bahan bakar di angka 100 maka perhitungannya adalah 100:10,5, maka hasilnya 9,52.

Hasil 9,52 tersebut artinya, rata-rata pemakaian bahan bakarnya setiap satu liter menempuh jarak 9,52 km.

Untuk menghitung perbandingan BBM sebaiknya dilakukan dalam tiga  kondisi:  yakni dalam kota, luar kota, dan kecepatan konstan. Pada pengukuran dalam kota biasanya hasil yang didapat akan lebih boros dibanding  pengukuran di luar kota.

Sedangkan hasil pengukuran luar kota akan lebih boros di banding pengukuran kecepatan konstan  seperti di jalan bebas hambatan. Karena itu, perhitungan sebaiknya dicoba pada ketiga kondisi tersebut. Jika hanya berpatokan pada pengukuran di dalam kota maka hasilnya akan lebih boros karena kondisi lalu lintas yang padat dan jalan yang macet mengakibatkan kecepatan laju kendaraan terbatas dan konsumsi bahan bakar jadi lebih banyak.(ian)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.