Senin, 19 November 2012 06:44:43 WIB

Saat Krisis Daging Terjadi

Ratusan Ekor Sapi Tidak Laku Dijual

ilusratusan

JAKARTA (Pos Kota) – Krisis daging sapi di DKI Jakarta berlanjut. Bahkan, ratusan sapi hidup di Rumah Potong Hewan (RPH) Darma Jaya tidak laku dijual karena belum ada kesepakatan harga.

Harga daging sapi hidup mencapai Rp35 ribu per kilogram. Padahal biasanya hanya Rp27 ribu. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Peternakan DKI Jakarta, Ipih Ruyani, kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab mogoknya para pedagang daging.

“Masalah harga sampai saat ini masih belum disepakati. Kami sudah cek di RPH stok sapi hidup cukup banyak, sampai 800 ekor. Untuk pasokan masih aman. Tapi memang tidak ada yang membeli,” ujar Ipih, Minggu (19/11).

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah pemasok untuk memastikan pasokan daging ke Jakarta aman. Tujuannya, agar para pedagang tidak gulung tikar. Koordinasi dengan pemerintah pusat, sangat penting. Karena, kebijakan pembatasan impor daging untuk swasembada pangan di Indonesia. “Keputusan ada di pemerintah pusat,” katanya.

RP100 RIBU/KG

Agar pasokan daging tetap lancar, Dinas Kelautan dan Peternakan DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan pasokan dari Jawa Timur. Tetapi, juga mendatangkan daging dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Diharapkan harga daging di Jakarta bisa stabil.

Diakui Ipih, harga daging khas saat ini cukup mahal berkisar Rp85 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan di daerah Bandung, Jawa Barat, antara Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. “Kita sudah cek, di Bandung harganya masih stabil,” jelasnya. (guruh)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.