Sunday, 22 July 2018

Usul Menhub ke Jokowi

Sediakan Jalur Khusus Sepeda Motor

Senin, 19 November 2012 — 6:43 WIB
ilussediakan

JAKARTA (Pos Kota) – Angka kecelakaan pengguna sepeda motor di ibukota sangat tinggi sehingga Pemprov DKI Jakarta harus segera menyediakan jalur khusus untuk kendaraan roda dua tersebut.

Menteri Perhubungan (Menhub), EE Mangindaan, berharap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membangun sarana itu. “Jalur khusus ini harus direalisasikan untuk meningkatkan keselamatan pengendara sepeda motor,” kata Mangindaan, Minggu (18/11).

Menurut Menhub, penyediaan jalur khusus juga dapat memaksimalkan keselamatan pejalan kaki. Karena, banyak pengguna sepeda motor menyerobot hak pejalan kaki dengan melintas di trotoar. “Situasi ini membahayakan pejalan kaki dan pengendara sepeda motor itu sendiri. Terlebih jumlah kendaraan setiap hari terus meningkat, sekitar 1.500 unit,” jelasnya.

Pembangunan jalan khusus itu, ucap Menhub, merupakan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan jalur utama seperti jalan negara kewenangannya ada di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

4.094 KECELAKAAN

Data Polda Metro Jaya sepanjang pada semester I tahun ini tercatat 4.094 kasus kecelakaan sepeda motor. Sebanyak 5.054 orang menjadi korban, 489 orang di antaranya meninggal dunia. Total kerugian materil Rp10.832.200.000.

Dari lima wilayah ibukota, Jakarta Pusat merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tertinggi yakni 15 lokasi. Disusul Jakarta Barat dengan 14 lokasi.

Secara terpisah, Ketua Komisi B DPRD DKI yang membidangi masalah transportasi dan lalu lintas, Selamat Nurdin, mengatakan sepakat dengan desakan Menhub.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai melalui pemisahan jalur pengendara sepeda motor juga dapat mengurai kemacetan. “Banyak pengendara motor yang main salip kiri dan kanan. Akibatnya lalu lintas jadi semrawut dan jadi macet.”

Saat ini terdapat beberapa ruas jalan yang telah dilengkapi jalur khusus sepeda motor. Di antaranya di sepanjang jalan protokol Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, dan Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih.

Sayangnya, jelas Selamat Nurdin, tidak optimal menggiring pengguna sepeda motor ke jalur tersebut. Lantaran mereka harus berbaur dengan angkutan umum yang kerap ngetem dan mengakibatkan kemacetan. “Jadinya, mereka kembali masuk jalur cepat.” (guruh/dwi/yahya)