Saturday, 17 November 2018

Kena Tanah Longsor

Jalur Terputus, KRL Bogor Hanya Sampai Bojong Gede

Kamis, 22 November 2012 — 12:38 WIB
st-bojong

BOGOR (Pos Kota) – Terputusnya Jalur kereta rel listrik (KRL) Cilebut-Bojong Gede akibat terjadi tanah longsor di kilometer 45+500 di Kabupaten Bogor, Rabu (21/11) petang, membuat perjalanan kereta terganggu.

Diperkirakan perbaikan rel yang rusak dan tiang penyuplai listrik buat kereta yang roboh, baru akan bisa dilalui kereta paling cepat dua hari mendatang.

Namun, perkiraan dua hari, belum ada jaminan kepastian. Pasalnya kondisi cuaca juga menjadi kendala.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono di Cilebut, Sukaraja, Kamis (22/11), mengatakan, dua hari mendatang diharapkan satu jalur sudah bisa dilintasi KRL.

Oleh karena itu, mulai Kamis dan Jumat, pihaknya berusaha memutus kabel listrik aliran atas agar longsor tidak semakin merusak jaringan listrik aliran atas.

“Kami mengetahui bagaimana KRL menjadi tumpuan transportasi masyarakat Bogor, sehingga kami akan upayakan satu jalur dahulu bisa digunakan,”ujar Sugeng.

Ditambahkan, perjalanan KRL Jakarta-Depok berlangsung seperti biasa, sedangkan Bogor hanya dilayani hingga Stasiun Bojong Gede.

Akibat gangguan itu, setidaknya ada 32 perjalanan lintas Bogor dibatalkan hingga jalur bisa dilalui. Dengan begitu, setidaknya kapasitas angkut KRL Jakarta-Bogor berkurang sekitar 30.000.

Seperti diberitakan, Rabu petang, jalur rel sepanjang 200 meter longsor akibat banjir dari luapan Kali Baru sekitar 50 meter dari rel kereta. Akibat gangguan itu, jalan antara Bogor-Cilebut-Bojong Gede macet parah karena kendaraan pengangkut penumpang menuju dan dari Bojong Gede membludak.

(yopi/sir)