SMK Kekurangan Guru Produktif

Jumat, 23 November 2012
ilustrasi-mengajar

JAKARTA  (Pos Kota) -  Guru dalam berbagai tingkatan tetap  kurang. Tapi, yang paling mencolok adalah guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jelas SMK  masih kekurangan guru produktif. Untuk mengatasi itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menerjunkan mahasiswa di tingkat akhir untuk melakukan praktek mengajar di SMK yang masih kekurangan guru produktif.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Ditjen Dikmen, Surya Dharma mengatakan, pada dasarnya SMK akan menciptakan lulusan yang berbasis keterampilan. Oleh karenanya, ketersediaan guru produktif harus tetap terjamin.

“Dari 161.656 guru SMK, baru 22 guru produktif yang ada di SMK-SMK. Idealnya, karena SMK ini produk siswa yang punya keterampilan, maka guru SMK yang produktif. Paling tidak 50 persennya,” ujar Surya, di Gedung kemdikbud.

Dikatakan, yang termasuk guru produktif adalah para guru yang mengajar tentang keterampilan praktek, seperti industri, otomotif, mesin. “Banyak terjadi kekurangan di bidang TIK, kelautan, kesehatan,” imbuhnya.

Dirinya mengaku telah menghitung jumlah kekurangan guru produktif untuk SMK. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi kekurangan guru tersebut, pihaknya meminta Kementerian Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menambah kuota rekrut guru SMK.

“Pemerintah cukup terbatas untuk membiayai rekrutmen guru SMK. Tahun ini dari 800 orang, kami hanya mendapat 200-an, sisanya untuk guru SD, guru kelas. Kalau tidak ditambah, kekurangan guru SMK itu akan sulit tertutup,” terangnya.

Selain itu, upaya lain yang akan dilakukan dengan menerjunkan 400 mahasiswa dari Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK), untuk melakukan praktek mengajar di SMK yang kekurangan guru produktif. Program tersebut akan mulai dilakukan pada akhir tahun ini.

Diharapkan program tersebut dapat mengatasi kebutuhan akan guru produktif. “Melalui dana APBN, kami ingin menerjunkan 400 mahasiswa semester tujuh yang tertunjuk dari LPTK ke SMK-SMK yang membutuhkan guru produktif. Kita akan sambungkan ke SMK untuk bantu ketersediaan guru produktif,” terangnya.

Diharapkan, program tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya. “Untuk tahun pertama, kita terjunkan 400 dulu. Untuk tahun selanjutnya kita pastikan akan bertambah,” tutur Surya.

(rizal/sir)

Foto Ilustrasi

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.