Wednesday, 14 November 2018

Pesta Pernikahan Dilanda Banjir,Malam Pertama Terganggu

Sabtu, 24 November 2012 — 18:30 WIB
afrizal

JATINEGARA (Pos Kota) – Bagi kebanyakan orang melangsungkan pernikahan dengan tenang merupakan dambaan. Tenang di sini berarti berlangsung lancar tanpa ada gangguan.

Namun hal tersebut tidak dapat dirasakan oleh sepasang mempelai, Afrizal, 32, dan Siti Fatimah, 25. Kedua pegawai Bank IOB itu harus menikah di tengah terjangan air bah Kali Ciliwung, yang membanjiri permukiman mereka, Sabtu (24/11).

Namun demikian,pesta pernikahan di depan Sekretariat RW 03, di Gang V, RT 004/03, Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tetap mereka langsungkan.

Tenda resepsi berukuran 3×6 meter dan berdiri di pinggir Jl Raya Jatinegara Barat, Kampung Melayu, itu pun didatangi pengunjung secara berganti. Banjir pun tyaka menghalani organ tunggal beraksi dengan biduannya yang mendendangkan lagu-lagu dangdut.

“Kemarin, sebenarnya tenda pernikahan kami sudah didirikan di lapangan kecil depan rumah saya. Tapi, gara-gara banjir, mau enggak mau, tendanya kami pindah ke gang yang enggak terkena banjir ini,” kata Siti, kepada Pos Kota, di sela resepsi pernikahannya.

Lebih lanjut Siti mengatakan, ia dan pasangannya harus tetap menikah lantaran 600 lembar undangan pernikahannya sudah terlanjur disebar. “Biar pun keganggu, nikah lanjut terus. Karena kalau mau dibatalin enggak mungkin dong. Undangannya kan sudah tersebar,” tutur Siti yang akhirnya resmi dipinang Afrizal, warga Jelambar Baru, Gogol Petamburan, Jakarta Barat, dengan mahar kalung emas seberat 5,2 gram dan seperangkat alat salat.

Ketika ditanya mengenai malam pertama, kedua wajah mempelai tersebut langsung saling bertatapan. Dengan sedikit tersenyum mereka pun kembali mengaku pasrah. “Mestinya ya malam ini juga di rumah isteri saya ini. Tapi karena masih banjir, ya mau enggak mau kami lakukan di rumah saya di Grogol,” kata Afrizal, diiyakan Siti.

Ketua RT 010/ RW 03, Kampung Melayu, Usep Suhendar, mengungkapkan, banjir di Kampung Pulo terjadi sejak Jumat (23/11) sekitar pukul 20:00. Puncaknya terjadi pada pukul 23:00 di mana ketinggiannya mencapai 180 Centimeter (Cm). Hingga pukul 17:00 ketinggian air masih mencapai sekitar 100 Cm atau sepinggang orang dewasa.

Menurutnya, bila dibanding banjir sebelumnya, banjir kiriman akibat derasnya hujan di daerah Bogor, Jawa Barat ini, termasuk yang paling lama surut.

“Mungkin karena di Bogor hujannya berlangsung lama, dan air laut sedang pasang, jadinya di sini lama pula surutnya,” terang Usep.

(yulian)

TEKS FOTO: Di sebuah gang kecil, sepasang mempelai, Afrizal, 32, dan Siti Fatimah, 25, terlihat bahagia meski pernikahan mereka terganggu banjir. (yulian)