Selasa, 27 November 2012 23:42:15 WIB

Kepsek Siap Buka-bukaan Soal Dana BOS

kepsekbukan2711

BOGOR (Pos Kota) – Indikasi adanya penyelewengan penggunaan dana BOS 2011 bagi 93 SDN dan SMPN di Kabupaten Bogor dianggap selesai oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. Sedangkan sejumlah kepala sekolah penerima dana BOS mengaku siap buka-bukaan dalam pengunaan dana bantuan pemerintah dan Provinsi Jabar ni.

“Kami siap memberikan bukti dan fakta lainnya, jika masalah ini hendak dibawa ke ranah hukum. Semua laporan pertangung jawaban itu sudah kita lengkapi termasuk bukti kwitansi atau faktur pembelian belanja modal bagi siswa dan sekolah,” ujar seorang kepala sekolah SMP di Cibinong, Selasa.

Menurutnya, dia dan beberapa kepala sekolah lainya geram denga tudingan Kepala Disdik Kabupaten Bogor Didi Kurnia yang mengatakan, semua laporan pertangungjawaban pengunaan dana BOS itu kepada pihak sekolah. Sebab dana dicairkan ke rekening kepala sekolah dan kasus ini bisa dibawa ke ranah hukum. Dana BOS 2011yang diterima setiap SD dan SMP itu rata-rata Rp 400 juta.

“Jika benar-benar kasus ini dibawa ke ranah hukum, kami siap buka-bukaan,” kata kepala sekolah tadi.

Menurutnya, sejak dia dan 92 kepala sekolah penerima BOS dipangil Inspektorat Kabupaten Bogor pada Rabu (21/11) lalu belum ada lagi tindaklanjutnya. “Ada memang beberapa kepala sekolah yang dipanggil lagi, tapi hanya diminta melengkapi bukti kwitansi dan faktur serta kelengkapan lainnya,” tambahnya.

Manajer BOS Disdik Kabupaten Bogor Amsohi mengatakan, masalah ini berawal ketidaklengkapan sekolah dalam penyusunan laporan pertangung jawaban sebagai penerima BOS. Semula pihaknya minta sekolah segera melengkapinya, tapi tak ditanggapi. “Sementara kami diminta Inspektorat segera menyelesaikan karena adanya laporan audit BPK. Akhinya kepala sekolah dan kami dipanggil Inspektorat menjelaskan persolaan ini,” katanya.

Setelah dipanggil, semua kekurangan laporan pertangungjawaban itu harus segera dilengkapi. Di antaranya ada sekolah yang mengelembungkan jumlah siswa, ada juga yang menguranginya, begitupula dalam pembelian modal belanja peralatan sekolah ada yang dimark uap. Bagi sekolah yang mengelembungkan pengunaan dana BOS sudah mengembalikan sisanya, sebaliknya sekolah yang mengalami minus ditanggung oleh sekolah yang bersangkutan.

Dia menolak menjelaskan sekolah mana saja yang diduga melakukan penyimpangan termasuk adanya dugaan persentase bagi oknum pejabat Disdik agar dana BOS itu dapat dicairkan. “Saya tak mau berkomentar. Masalah ini sudah dianggap selesai,” ucapnya. (iwan)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.