Selasa, 27 November 2012 18:56:45 WIB

Penggusuran Jangan Membuat Warga Jatuh Miskin

Kalibaru01

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Sedikitnya tiga Rukun Warga (RW) yang ada di Kawasan Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara akan terkena rencana perluasan Pelabuhan Kalibaru, Cilincing. Ketiga RW yang bakal dilakukan penggusuran itu, yakni RW 08, 09, 10 di kelurahan yang dihibi  3.066 jiwa.

Untuk itu warga berharap perluasan pelabuhan tidak membuat mereka jatuh miskin dan sengsara, sebaliknya mereka mendapatkan berkah dan keuntungan dari perluasan itu.

“Memang dalam perluasan Pelabuhan Kalibaru bakal menggusur sedikitnya 26 RT dari tiga RW di Kelurahan Kalibaru. Maka dari itu kami berharap tidak ada kata ganti rugi tapi justru ganti untung dari perluasan itu. Kami juga berharap mendapatkan nilai yang cocok ketika lahan dan bangunan mereka akan digusur,” kata Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kalibaru, Slamet Al Farizi, di tengah acara Lokakarya Bina Wilayah disalah satu hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ratusan warga Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara saat mengikuti lokakarya di salah satu hotel di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (wandi)

Menurut Slamet, pada dasarnya warga sangat mendukung perluasan Pelabuhan Tanjung Priok di Kalibaru tersebut. Meski begitu pihaknya juga minta kepada pemerintah agar juga dapat memahami karateristik warga yang sudah menetap puluhan tahun di lokasi itu dan sudah turun temurun.

Selain itu laut merupakan salah satu mata pencaharian para warga yang ada di wilayah tersebut.  Jika akan disulap menjadi pelabuhan maka warga juga harus diberikan lokasi lain sebagai pendukung kehidupannya nanti. “Kami selaku LMK hanya bisa menjembatani  agar  proyek ini bukan menjadi petaka, tapi justru berkah bagi warga,”terangnya.

Maka dari itu pihaknya juga meminta kepada pemerintah agar proyek ini nanti jangan sampai merugikan warga yang terkena gusuran. Tapi juga menguntungkan semua pihak, karena selama ini laut menjadi mata pencaharian andalan warga maka dari itu mereka juga harus dipikirkan kemana nantinya warga akan mencari nafkah jika lautnya sudah menjadi pelabuhan

Slamet Alfarizi juga menambahkan, saat ini pihak pihak warga masih menunggu itikad baik dari pemerintah. Mereka berharap agar nilai ganti rugi yang akan diberikan sangat layak dan mereka bisa menggunakan dana itu untuk kehidupan selanjutnya. “Mudah-mudahan ada win-win solution, sehingga keinginan warga dan pemerintah bisa bertemu, sehingga proyek ini tetap berlanjut,” katanya.

Seperti diketahui, pembangunan Pelabuhan Kalibaru akan dikerjakan oleh Indonesia Port Corporation (IPC) dengan menghabiskan investasi total Rp22,66 triliun. Pembangunan itu ditargetkan selesai pada tahun 2023, untuk tahap awal IPC akan memakai dana internal sebesar Rp11,75 triliun, sedangkan Rp10,91 triliun didapat dari pihak eksternal.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 200 warga itu pihak LMK mendatangkan pembicara berbagai instansi seperti Pemkot Jakarta Utara yang diwakili oleh Sekertaris Koja Tri Kurniadi, dari pihak Pelindo, Polsek Kalibaru, dan sejumlah tokoh masyarakat yang ada di wilayah tersebut. (wandi/dms)

 

2.

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.