Jumat, 30 November 2012 00:07:17 WIB

Diduga Korupsi Pengadaan Buku

5 Pejabat Sukabumi Dijebloskan ke Bui

iluspejabat

SUKABUMI (Pos Kota) – Lima pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nyomplong Kelas II B, Kota Sukabumi. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan buku melalui program dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp12,8 miliar 2010 lalu.

Penetapan kelima tersangka koruptor ini setelah melalui proses penyidikan tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak. Kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang telah menyeret pejabat disdik lainnya berinsial AS selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Wakil Direktur PT Rosda Remaja Karya berinisial RR pada 2011 lalu. Pada kasus itu, AS telah dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun di Pengadilan Tipikor Bandung.

Kelima tersangka ini adalah Pejabat Pembuat Teknis kegiatan (PPTK) program DAK sekaligus menahan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi berinisial MI yang lebih awal dibui Senin (26/11).

Lalu, empat tersangka lainnya yakni sebagai pemeriksa barang masing-masing berinisial M. HS. DJ dan D. Keempat orang ini ditahan Kejari Cibadak Kamis (29/11).

Kasi Intelejen Kejari Cibadak, Budi Haryanto mengatakan penahanan kelima PNS di disdik ini untuk kepentingan proses penyidikan. Tim penyidika, kata Budi, khawatir para tersangka akan menghilangkan barang bukti serta melarikan diri.

“Dari hasil penyidikan kelima orang ini terlibat dalam dugaan tipikor pengadaan buku dari DAK 2010. Penetapan ini berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan bukti-bukti lainnya,” kata Budi.

Dalam kasus ini, lanjut Budi,a tersangka terutama pemeriksa barang ini telah melaporkan terhadap PPTK bahwa buku dari proyek DAK tersebut sudah selesai diperiksa. Kenyataannya, dalam pendistribusian buku terdapat kekurangan buku sebanyak 74 ribu eksemplar. Seharusnya, jumlah buku yang harus disediakan mencapai 626,520 eksemplar untuk 138 sekolah dasar.

“Akibat tindakan tersangka negara mengalami kerugian hingga kurang lebih Rp600 juta,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang No31 tahun 1999 yang telah diubah Undang-Undang pemberantasan tindak pidana korupsi No20 tahun 2001 junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Amirudin, kuasa hukum salah seorang tersangka korupsi menegaskan akan segera mengajukan penangguhan penahan terhadap kliennya. Alasannya, kliennya tersebut merupakan seorang PNS aktif yang masih menjabat suatu jabatan penting di lembaga pendidikan tersebut. (sule)

TEKS : Diduga korupsi program DAK Rp12,8 miliar lima PNS di lingkungan Disdik Kabupaten Sukabumi dibui

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.