Sunday, 24 June 2018

Bersama KH Agus Dermawan Iskandar:

Mengubah Diri Menjadi Lebih Baik

Jumat, 30 November 2012 — 9:55 WIB
agus-sub

PEMBACA Pos Kota yang dirahmati Allah. Setiap manusia pada dasarnya ingin berubah. Tapi ada perubahan yang terlihat lambat ada pula yang terbilang cepat.

Perubahan yang dimaksud adalah dari kondisi yang negatif menuju ke arah positif. Dari pemalas menjadi rajin, dari munkar (jahat) menjadi ihsan (baik), dari pembangkang menjadi berakhlak mulia. Dari yang tak pernah salat menjadi takwa.

Begitu juga dari segi derajat sosial dan ekonomi, dari bodoh dan miskin menuju derajat cukup dan bermartabat.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemunkaran, maka hendaklah ia mengubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR Muslim).

Tapi sebelum mengubah kondisi orang lain, ubah dulu kondisi diri sendiri. Sehingga kita tidak dicemooh lingkungan yang ingin kita perbaiki.
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS 13: 11)
Allah juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS At Tahriim 66: 6)

UBAH DIRI SENDIRI

Sebagai manusia biasa, kita mungkin tidak punya kekuasaan dan kekuatan untuk mengubah sesuatu yang ada di luar kita. Tapi yang pasti, kita mempunyai kekuasaan untuk mengubah diri sendiri.
Bila setiap diri manusia mau berubah, maka seluruh dunia akan berubah menjadi lebih baik.
Intinya sangat sederhana, ubahlah diri sendiri menjadi lebih baik, maka dunia akan berubah menjadi lebih baik pula.
Ketika kita ingin mengubah situasi bangsa dan negara kita ke depan, maka mulailah dengan perubahan dalam diri kita. Dan yakinlah, Allah beserta orang-orang yang ingin berubah menjadi lebih baik.

Sebagaimana firman Allah, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al Ankabut 29: 69)
“Ada tiga kekuatan untuk melakukan perubahan, yakni dimulai dengan menyemainya di hati dan pikiran kita, lalu diteruskan dengan kata-kata (lisan), kemudian diwujudkan pada tindakan,” kata KH Agus Dermawan, Pengasuh Yayasan Yatim Piatu Maulida Fitria, Jalan Raya Jatibening Estate 10-A, Kota Bekasi ini.

MENYERU KEBAIKAN

Setelah kita berubah menjadi lebih baik, tentu kita punya tugas lanjutan, yakni menyeru kepada Allah dan kebaikan.
Dakwah atau menyeru kepada Allah ini, merupakan kewajiban bagi orang yang imannya lebih baik.
Allah berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An Nahl : 125)

Firman Allah yang lain, “Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,” (QS Yusuf: 108)

Allah juga berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Al Imran: 104)
Tidak hanya pendakwah (dai) saja yang berkewajiban menyeru kepada Allah dan kebaikan, tapi kita semua umat Islam dituntut hal sama. Tentu dengan kadar yang bisa kita lakukan, minimal dengan cara yang paling lemah, mencegah kemunkaran dengan hati.
(Salam Damai KH Agus Dermawan/ds/o)