Dinginnya Suzuki di Lapis Bawah

Selasa, 4 Desember 2012
suzuki

KALAU diibaratkan manusia, pabrikan mobil Suzuki bisa disebut salah satu produsen mobil yang bertangan dingin. Produknya banyak dalam berbagai varian tapi mengambil ceruk harga yang tidak terlalu tinggi, bahkan lapis terbawah. Harga mobil-mobil Suzuki relatif terjangkau untuk kelas bawah hingga menengah.

Sepertinya harga mobil Suzuki yang paling mahal adalah Suzuki Grand Vitara yang bandrolnya di kisaran Rp300-an juta. Coba tengok, merek-merek mobil lain yang malang melintang di Indonesia. Sebut saja Nissan, Honda apalagi Toyota varian mobil mewahnya sangat banyak.

Suzuki sepertinya memahami kualitas hidup masyoritas masyarakat Indonesia sehingga sengaja menekuni pasar bawah hingga menengah saja. Dan hampir seluruh jenis mobil yang dilempar ke pasar diminati konsumen Indonesia. Tidak sedikit produk Suzuki yang mencatat rekor penjualan terlama seperti minibus Carry, jip kecil Suzuki Katana. Bahkan jip 4×4 Sierra saat ini seperti menjadi barang langka yang diburu para penggemarnya. Tidak mengherankan jika harga mobil ini masih selangit.

Semua produk mobil Suzuki memang punya kecenderungan sukses dan punya umur produksi dan jual yang panjang. Mulai dari Suzuki Carry, Carry Extra, Jimny, Katana, Sierra, Karimun,  Vitara, Escudo Sidekick, SX4 dan Grand Vitara. Bahkan Suzuki sempat men-downgrade produksinya karena dianggap terlalu mahal. Misalnya saat mengeluarkan Vitara dan Escudo, Suzuki membuat produk ‘generik’ dengan nama Sidekick. Demikian juga SX4 yang sampai saat ini juga masih diproduksi, dibuat produk ekonomisnya yang diberi nama X-Over.

Pabrikan mobil lain yang mengimbangi Suzuki di kelas menengah dan bawah adalah Daihatsu. Mobil ini juga punya jenis yang banyak seperti Suzuki. Bahkan untuk angkutan barang kecil dalam bentuk pickup antara Suzuki dan Daihatsu seperti head to head. Dua merek itu menjadi rajanya.  Demikian pula dalam armada angkutan penumpang kecil di pinggir kota hingga pedesaan, dua merek ini menjadi raja jalanan. Harganya pun selisih tipis sehingga persaingan dua merek ini tak bisa dihindarkan.

Kehandalan dua merek itu juga ditopang sparepart yang murah dan mudah dicari sehingga tidak menyulitkan pemiliknya jika terjadi masalah. “Rata-rata karena onderdilnya murah dan mudah didapat sehingga kita memilih kendaraan ini untuk angkutan. Apalagi mobil-mobil itu memang bandel jarang rewel jadi banyak disukai,” kata Suprapto, juragan angkot yang tinggal di kawasan Cisalak, Jakarta Timur. (*)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.