Jamsostek Beri Pinjaman Untuk Usaha Kecil

Selasa, 4 Desember 2012
pinjaman412

HARIAN Pos Kota bekerjasama dengan PT Jamsostek (Persero) kembali menghadirkan Rubrik Info Jamsostek setiap Hari Rabu. Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan melalui SMS online ke nomor 082114879749 dan dapat membaca rubrik ini di Pos Kota online dengan mengklik poskotanews.com setiap hari.

1.Pertanyaan : Saya ingin mengajukan pinjaman uang Rp2 juta untuk modal usaha. Saya sudah menjadi peserta Jamsostek selama 3 tahun dan saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan. Apakah pinjaman saya bisa di kabulkan? (0853116910XX)

Jawab : Saat ini melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), PT Jamsostek memberikan pinjaman pada usaha kecil. Kelompok Usaha Kecil ini dapat berbadan hukum seperti PT, Koperasi, CV, Fa atau tidak berbadan hukum atau tidak berbadan hukum. Jenis program kemitraan ada: 1. Pinjaman Biasa, yaitu pinjaman yang diberikan kepada usaha kecil atas dasar untuk penambahan modal kerja dan bukan atas dasar pesanan dari Rekanan Usaha Kecil. 2. Pinjaman khusus, yaitu pinjaman yang diberikan kepada usaha kecil atas dasar pesanan dari Rekanan Usaha Kecil. Syarat pengajuan pinjaman diantaranya memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

2. Pertanyaan : Saya menjadi anggota Jamsostek dari bulan Mei 2007 dengan KPJ 07X00064716 dan berhenti bekerja pada Desember 2010. Namun saya tidak mendapat parklaring dari perusahaan. Bisakah saldo JHT dicairkan tanpa dilengkapi parklaring? (08173492XX)

Jawab : Sebaiknya anda datang ke perusahaan tempat dulu bekerja dan meminta dibuatkan surat keterangan bahwa pernah bekerja di perusahaan tersebut (sebagai pengganti parklaring). Dengan surat tersebut dan membawa KPJ serta fotocopy KTP dan KK, anda bisa datang ke kantor Jamsostek terdekat untuk mencairkan saldo JHT.

3.Pertanyaan : Saya sudah bekerja selama 22 tahun dan sampai sekarang masih menjadi peserta Jamsostek dengan saldo JHT sekitar Rp70 juta. Apakah bisa dicairkan sekarang, karena untuk membayar biaya umroh. Karena kalau menunggu pensiun harus masih 6 tahun lagi. Saya ingin berumroh/haji sebelum pensiun. (0815858324XX)

Jawab : Sesuai ketentuan, JHT baru bisa dicairkan saat peserta memasuki usia pensiun atau sudah tidak bekerja lagi. Disebut jaminan hari tua, karena memang untuk persiapan bagi pekerja saat memasuki usia pensiun.

4.Pertanyaan: Kalau mau mencairkan Jamsostek, apa bisa hanya membawa pengalaman kerja?(0813885928XX)

Jawab : Untuk mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT), selain membawa surat pengalaman kerja (parklaring) juga membawa Kartu Peserta Jamsostek (KPJ), fotocopy KTP dan KK.

5. Pertanyaan: Saya sudah ikut Jamsostek dari tahun 1992 dan ingin mengajukan pinjaman uang muka perumahan (PUMP), berapa lama prosesnya.(089862520XX)

Jawab : Jika semua persyaratan lengkap, proses di Jamsostek untuk mendapatkan rekomendasi ke bank bisa 2-3 hari. Dengan surat rekomendasi tersebut, proses seleksi dilanjutkan oleh bank yang diminta peserta. Bank yang akan menentukan lolos tidaknya pengajuan pinjaman dan besaran pinjaman yang diterima.

6.Pertanyaan: Saya dengar dari teman, bahwa PT Jamsostek memberikan bea siswa pada anak peserta. Bagaimana cara mengajukan beasiswa tersebut? (081599183XX)

Jawab : Pengajuan beasiswa diajukan secara kolektif oleh personalia diperusahaan tempat anda bekerja. Beasiswa dari PT Jamsostek ditujukan kepada anak-anak peserta yang berprestasi disekolahnya, yang menduduki rangking I hingga rangking III.

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.