Friday, 22 June 2018

Pilkada Bekasi, Jangan Gunakan Kampanye Hitam

Selasa, 4 Desember 2012 — 22:40 WIB
kampanyehitam412

BEKASI (Pos Kota) -Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 16 Desember mendatang, suhu politik di Kota Bekasi memanas. Selain maraknya gerakan pendekatan yang dilakukan sejumlah pasangan calon untuk meraih simpati masyarakat, muncul aksi black campaign untuk menjatuhkan pasangan lain.

Meski masih dalam situasi yang kondusif, namun aksi agitasi dan propaganda yang mengarah kepada black campaign dinilai kurang elok karena muncul di tengah-tengah pelaksanaan Pilkada.

Seharusnya, semua pihak mampu menjaga kondisi yang ada sehingga perhelatan pesta demokrasi di Bekasi tetap berkualitas. Hal itu diungkap mantan Rektor Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi Haris Budiyono, kemarin. ”Hampir di semua ajang Pilkada, aksi black campaign muncul. Karena pada umumnya kandidat maupun tim sukses mencoba mencari kelemahan lawan-lawannya. Terlebih kepada lawan yang dianggap punya kekuatan dan peluang lebih kuat,” ungkap Haris.

Namun, Haris yang kini aktif sebagai Kepala Pusat Kajian Otonomi dan Pembangunan Daerah (Puskopda) Unisma Bekasi ini berkeyakinan bahwa masyarakat Bekasi sudah cerdas dalam memilih. Munculnya opini yang bernuansa black campaign tidak mempengaruhi sikap masyarakat. ”Mereka sudah mampu membedakan mana yang black campaign, mana yang memang memiliki kapasitas dalam memimpin Bekasi ke depan,” ujar Haris.

Bahkan, lanjut Haris, semakin offensif black campaign yang dilakukan, akan semakin menguntungkan kandidat yang diserang. Karena, masyarakat Indonesia lebih iba dan simpatik kepada sosok yang dizolimi.
”Kemenangan seorang kandidat diukur dari sejauh mana content dan program konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selebihnya, pendekatan kandidat ke masyarakat dan kreatifitas pencitraan. Dan saya melihat, Pemerintahan Kota Bekasi yang sekarang berhasil menjalankan tugas hingga periode berakhir sampai terjadinya pelaksanaan Pilkada,” ulas Haris.

Seperti diketahui, Pilkada Kota Bekasi diikuti lima pasang calon. Yakni, nomor urut 1 adalah pasangan independen Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori Mahdum (Salam). Nomor urut 2 pasangan Sumiyati Mochtar Mohamad-Anim Imamudin (SM2) diusung PDIP, PBB, dan PDS. (prihandoko)

Teks : Baliho calon Walikota da Wakil Walikota Bekasi