Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 Dapat Tanggapan dan Masukan

Kamis, 6 Desember 2012 — 16:15 WIB
Kaji Kurikulum

JAKARTA (Pos Kota) – Uji publik tentang pengembangan kurikulum 2013 yang telah berlangsung sejak pekan lalu mendapatkan berbagai tanggapan dan masukan dari masyarakat luas.

Sampai dengan pukul 9.00 WIB Kamis (6/12/2012) pagi tercatat sebanyak 1.332 orang yang memberikan komentar melalui laman kurikulum2013.kemdikbud.go.id. Adapun jumlah total pengakses sampai dengan Rabu (5/12/2012) sebanyak 15.118 pengunjung.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, berbagai tanggapan terkait pembenahan kurikulum meliputi landasan pemikiran, struktur kurikulum,  penambahan jam pelajaran, standar penilaian, dan implementasi.

“Dari (substansi) kurikulumnya sendiri tidak banyak yang keberatan, yang menjadi perhatian masyarakat luas (adalah) kesiapan implementasinya,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (6/12/2012).

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait implementasi kurikulum, Mendikbud mengatakan, penyiapan yang paling mendasar adalah terkait pelatihan guru, pengadaan buku pegangan untuk guru dan peserta didik, serta tata kelola. “Sekarang ini melakukan kegiatan paralel, disamping uji publik juga mempersiapkan tentang bukunya,” katanya.

Uji publik direncanakan berlangsung selama tiga minggu. Mendikbud masih menunggu berbagai masukan terutama dari kalangan perguruan tinggi. ”Tadi pagi saya baca (tanggapan) dari sebuah yayasan. Jumlah semua mata pelajaran oke, tetapi pastikan terkait budi pekerti masuk (kurikulum). Itu kontribusi positif yang kita harapkan,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang sistem perbukuan yang baru, Mendikbud mengatakan, sasaran penyempurnaan kurikulum adalah peserta didik. “Buku-buku baru sebagai konsekuensi dari penyempurnaan kurikulum tidak boleh menjadi beban masyarakat,” katanya.

Terkait pengawasan terhadap isi buku, Mendikbud mengatakan, substansi buku merupakan tanggung jawab Kemdikbud baik untuk buku pegangan guru maupun peserta didik. “Tidak diserahkan isinya ke siapapun, tetapi oleh tim yang kita bentuk sendiri,” katanya.

Mendikbud menambahkan, salah satu konsekuensi perubahan kurikulum terkait guru adalah tentang ketentuan mengajar 24 jam tatap muka seminggu. Tugas guru di luar kelas akan lebih lama karena penilaian portofolio atau penilaian proses bertambah besar, sehingga harus dikonversi dengan pengakuan.

“24 jam di dalam kelas tatap muka bisa berkurang karena memerlukan evaluasi di rumah lebih banyak lagi,” katanya.  (rizal/dms)

  • Pinta

    Mohon untuk jurusan bahasa di SMA untuk direalisasikan di sekolah ketika kurikulum 3013 harus diaplikasikan se
    hingga pemerintah pada Juli 2013 harus sudah membangun lab bahasa.

  • Refa Firdaus

    Menurut saya jam pelajaran jangan ditambah lagi karena, anak-anak bisa terganggu kesehatannya akibat kelelahan dan terlambat makan, kegiatan belajar mengaji menjadi berkurang, beberapa anak memiliki tugas membantu orangtua di rumah, peran sosial anak terhadap lingkungannya juga berkurang.

Terbaru
Terpopuler
Kamis, 2 Juli 2015 — 0:27 WIB
Hankam
Kamis, 2 Juli 2015 — 0:12 WIB
Jakarta
Rabu, 1 Juli 2015 — 23:56 WIB
Pembunuhan dan Penganiayaan
Rabu, 1 Juli 2015 — 23:47 WIB
Narkoba
Rabu, 1 Juli 2015 — 23:28 WIB
Uncategorized
Rabu, 1 Juli 2015 — 23:15 WIB
Hankam
Rabu, 1 Juli 2015 — 23:08 WIB
Peristiwa
Rabu, 1 Juli 2015 — 22:56 WIB
GosipSip
Rabu, 1 Juli 2015 — 22:48 WIB
Ekonomi