Jumat, 7 Desember 2012 23:46:54 WIB

Sebelumnya Diancam Lewat Facebook

Siswa SMP Dibunuh

ilussiswa

PAMULANG (Pos Kota) – Empat hari dilaporkan hilang, seorang pelajar SMP ditemukan membusuk di Jalan TPU Pamulang II, Pondok Benda Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Jumat (7/12) pagi. Diduga, remaja ini menjadi korban pembunuhan setelah mendapat ancaman di akun facebook-nya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jasad pelajar itu ditemukan sekitar Pk. 09:00 ini . Tentu saja penemuan itu membuat geger warga setempat. Mayatnya tergeletak di atas ilalang dan semak pohon bambu. Jenazah masih mengenakan seragam SMP putih dengan celana panjang putih dan sepatu kets hitam. Tas sekolah melekat di punggungnya.

Petugas Polsek Pamulang dan Polres Jakarta Selatan yang melakukan olah TKP menemukan buku bertuliskan nama Dwi Saputra pelajar kelas 1 SMP Tirta Buaran, Tangerang Selatan.

Informasi berharga ini langsung ditindaklanjuti dengan mengkonfirmasikannya ke sekolah. Guru-guru menyebutkan Dwi Saputra tak masuk sekolah sejak Senin (3/12).

Petugas mendatangi rumah korban di Perumahan Bukit Indah Blok K3/2, Kel. Serua, Kec.Ciputat, Tangerang Selatan. Ibunya, Ny.Mutingah, 42, yang mendengar anaknya tewas membusuk langsung pingsan.

Menurut Ny.Asri Murina, bude korban, sejak bapak kandungnya, Bambang Sugiarto, meninggal pada 2005, Dwi tinggal bersama dirinya. “Ia sering bolos sekolah tanpa alasan jelas. Dwi dikenal pendiam dan tidak banyak cerita,” ungkapnya.

Menurut Asri, 2 minggu lalu, korban berkeluh kesah adanya ancaman melalui facebook dari seseorang yang menulis dirinya sebagai ‘Gembel Rasta Fariana Republik Sulap’. “Di facebooknya yang memakai nama ‘Pangeran Toro’, Dwi diancam akan dihabisi,” ungkapnya lagi.

Kapolsek Pamulang, M.Nasir, mengatakan masih menunggu hasil otopsi kematian korban. “Kondisi mayat sudah membusuk, jadi kami belum mengetahui penyebab kematian korban. Namun melihat dari luka di kepala, diduga ia menjadi korban pembunuhan,” katanya.

DITUSUK EMPAT KALI

Sementara itu, tim dokter RS Fatmawati sudah melakukan otopsi terhadap wanita malang yang dibunuh dan dibuang di Kali depan Perumahan Green Hills, Ciputat, Rabu (5/12) pagi. Korban ternyata dihabisi dengan cara ditusuk empat kali di dada.

“Selain ditusuk empat tusukan, korban juga dicekik. Namun yang menyebabkan wanita itu tewas, bukan cekikan, melainkan dua tusukan yang mengenai jantung,” kata Dr.Andriani, dokter forensik RS Fatmawati.

Meski sudah diotopsi, identitas korban hingga Jumat (7/12) malam belum juga dikenal. Pasalnya, belum ada warga yang mencari anggota keluarganya yang hilang. “Jika sampai seminggu tidak ada keluarga yang mengenalinya, akan dikubur secara massal,” kata Kanit Reskrim Polsek Ciputat, AKP Syamsudin. (tiyo/m1)

Teks: Dwi Saputra, pelajar SMP semasa hidup

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.