Kehamilan Kate Bikin Warga Demam

Minggu, 9 Desember 2012
Britain's Prince William leaves the King Edward VII hospital with his wife Catherine, Duchess of Cambridge

LONDON – Ucapan selamat mengalir dari seluruh dunia – termasuk dari kepala pemerintahan dan selebriti- begitu muncul pengumuman istri Pangeran William, Kate, tengah hamil.

Pasangan Pangeran William dan Putri Cambridge Kate meninggalkan rumah sakit King Edward VII di pusat kota London untuk memastikan kehamilannya – foto: Reuters. 

Pengumuman sebenarnya terpaksa dikeluarkan lebih awal karena Kate harus masuk rumah sakit karena mengalami mual-mual parah dan harus dirawat.

Kehamilan Kate baru sekitar dua bulan namun William menyadari begitu istrinya masuk rumah sakit, berita akan segera meluas.

Sebelum berita tersebar, Ratu Elizabeth serta penerus tahta pertama Pangeran Charles harus diberitahu.

Sekitar seratus wartawan dari berbagai penjuru dunia – mulai dari Amerika Serikat sampai Cina- siap dengan kamera mereka di depan rumah sakit selama tiga hari Kate dirawat mulai Senin dan keluar Kamis lalu.

Berita kehamilan ini juga mendominasi situs berita di seluruh dunia dari Afrika sampai Australia.

Belum lagi berbagai topik pembahasan, terutama di media lokal, mulai dari kondisi yang dialami Kate, siapa nama bayi, seperti apa kira-kira wajahnya sampai posisi bayi kerajaan ini begitu nanti dilahirkan.

Pembahasan soal kondisi Kate, Hyperemesis Gravidarum (mual-mual akut dalam kehamilan dini) diangkat dari berbagai sisi, mulai dari gejala kondisi parah yang disertai muntah terus menerus, sampai pada statitistik. Gejala ini disebutkan hanya mempengaruhi satu dari 100 ibu hamil.

Sementara soal wajah bayi, seorang seniman Amerika Serikat Joe Mullins malah membuat sejumlah foto dengan perkiraan bagaimana kira-kira wajah bayi pasangan kerajaan yang bergelar Duke and Duchess of Cambridge ini.

Sejumlah cendera mata termasuk cangkir juga sudah mulai diproduksi di Inggris. Dan di luar Inggris, demam bayi kerajaan juga melanda kota Napoli, Italia, dengan salah satu hiasan Natal berupa patung Pangeran William dan Kate dengan perut membuncit.

Elizabeth atau Diana?
Rumah-rumah taruhan juga ramai dengan berbagai nama. John atau Charles, dua nama yang muncul banyak untuk bayi laki sementara untuk perempuan Elizabeth atau Diana.

Bila keluarga kerajaan memiliki anak, bukan hanya nama yang harus dipikirkan namun juga gelar.

Raja George V mengeluarkan ketetapan tahun 1917 bahwa gelar “Royal Highness” (Yang Mulia) serta pangeran dan putri harus dibatasi pada anak-anak pemegang tahta, serta anak-anaknya.

Berdasarkan formula ini, putra William dan Kate dapat memegang gelar pangeran, namun masih belum ada ketetapan gelar untuk anak perempuan.

Tetapi Istana Buckhingham telah menekankan, bayi perempuan William dan Kate akan memegang gelar putri.

Bayi khusus
Bayi Pangeran William dan Kate akan menjadi penerus tahta ketiga – menggantikan posisi Pangeran Harry, adik William.

Namun satu hal yang akan diformulasikan secara resmi untuk menjadi peraturan adalah ketetapan menjadi ratu bila bayi pertama pasangan kerajaan ini, perempuan.

Pengumuman kehamilan inilah yang mempercepat pembahasan bahwa suksesi pemegang mahkota kerajaan Inggris tidak lagi ditentukan oleh jenis kelamin.

Berdasarkan peraturan lama, putri pertama keluarga kerajaan yang merupakan penerus langsung, akan dilompati oleh putra kedua.

Tahun lalu, para pemimpin Negara Persemakmuran sepakat bahwa undang-undang suksesi kerajaan ini harus diganti, dengan pemberian hak yang sama kepada anak perempuan pertama untuk memegang tahta.

Jadi, ketetapan ini tinggal menunggu waktu.

Yang jelas saat ini, dalam lingkaran kerajaan, masa depan monarki mungkin sudah aman untuk satu generasi berikutnya – melalui cicit ketiga Ratu Elizabeth.

Dan bila bayi pasangan kerajaan ini perempuan, ia akan tercatat dalam sejarah, sebagai bayi khusus yang akan menjadi bayi pertama yang dapat menjadi ratu. (bbc/d)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.