Pengangguran Terbanyak Dipertanyakan di Debat Pilbub Purwakarta

Rabu, 12 Desember 2012 — 14:17 WIB
debat-sub

PURWAKARTA (Pos Kota) – Pengangguran di Purwakarta menjadi salah satu topik yang ditanyakan panelis di debat kandidat Pilbup Purwakarta yang diikuti tiga paslon (pasangan calon)  bupati dan wakil bupati yang berlangsung di Gedung Graha Vidya, Jatiluhur, Purwakarta, Selasa (11/12) malam.

KPU Purwakarta sebagai penyelenggara debat kandidat itu mengundang tiga panelis masing masing Prof Dr Hj Atie Rachmawati selaku Pakar Komunikasi Unpad, Dr Eddy Kurnia Pakar Ilmu Komunikasi dan Dr Bukie Wikagoe dari LPPM (Lembaga Peneliti Pengabdian masyarakat) Unpad.

Ketiga panelis mempertanyakan kesiapan dan kemampuan para calon bupati dan wakil bupati itu apabila terpilih dalam Pilbup Purwakarta 15 Desember 2012 mendatang.

Prof Edi meminta penjelasan para kandidat dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat untuk lima tahun ke depan. Termasuk persoalan pengangguran yang sampai kali ini masih menjadi permasalahan di Purwakarta.”Bagaimana upaya anda untuk mengatasi problem pengangguran,” tanya Edi.

Sementara, panelis Atie bertanya seputar keberanian kandidat dalam melakukan kontrak politik dengan masyarakat. Para kandidat juga diminta untuk menunjukan diri menjadi pemimpin yang bijaksana, dapat merangkul semua kepentingan golongan.

Dr Bukie, panelis lainnya menyoal seputar visi misi para kandidat terkait pendidikan dan lapangan pekerjaan. Untuk itu, Bukie meminta para kandidat cabup dan cawabup merinci strategi mereka dalam menarik minat investasi di Kabupaten Purwakarta.

Ketiga paslon bupati dan wabup hadir di acara debat kandidat tersebut. Ketiga paslon itu antara lain Dudung B Supardi-Yogie Mochamad, Dedi Mulyadi-Dadan Koswara, dan Burhan Fuad-Onie S Sandy. Mereka datang bersama ratusan massa pendukungnya.

Ratusan aparat kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mengamankan jalannya debat kandidat.

Pengamanan ketat ini dilakukan untuk mengantisipasi keributan diantara para pendukung masing-masing cabup dan cawabup. Hingga berakhirnya acara, pelaksanaan debat kandidat berjalan lancar dan aman.

Sebagai panitia, KPU Purwakarta mempersingkat acara debat kandidat tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya benturan antar para pendukung. KPU memberi kesempatan kepada setiap panelis yang hadir untuk memberi satu pertanyaan untuk tiga paslon bupati dan wabup. Sedangkan, masing-masing kandidat tidak diberikan waktu untuk memberikan pertanyaan pada rivalnya.

(dadan/sir)

Terbaru
Terpopuler
Jumat, 31 Juli 2015 — 17:53 WIB
Jabar
Jumat, 31 Juli 2015 — 17:45 WIB
Bogor
Jumat, 31 Juli 2015 — 17:39 WIB
Peristiwa
Jumat, 31 Juli 2015 — 17:17 WIB
Narkoba
Jumat, 31 Juli 2015 — 17:17 WIB
Internasional
Jumat, 31 Juli 2015 — 16:42 WIB
Internasional
Jumat, 31 Juli 2015 — 16:13 WIB
Jakarta
Jumat, 31 Juli 2015 — 16:11 WIB
Meja Hijau
Jumat, 31 Juli 2015 — 15:53 WIB
Meja Hijau
Jumat, 31 Juli 2015 — 15:47 WIB
Meja Hijau