Rabu, 12 Desember 2012 18:03:11 WIB

Vonis Ditunda Ibu Korban Pingsan

Sidang Dukun Cabul Berlangsung Ricuh

cabul

DEPOK (Pos Kota) – Penundaan pembacaan vonis terhadap terdakwa dukun cabul di Pengadilan Negeri Kota Depok, Rabu (12/12) sore ricuh. Keluarga korban tidak menerima sidang ditunda dan langsung memukul terdakwa usai persidangan.

Yati, 45, ibu korban yang anaknya telah digauli oleh tersangka Madanih, 44, beberapa kali berteriak tidak terima sidang beberapa kali ditunda.“Ini sudah ketiga kalinya majelis hakim menunda vonis hukuman,”ujarnya sambil teriak histeris di depan gedung Pengadilan Negeri Kota Depok, Kota Kembang, Sukmajaya.

Dikatakan Yati, buruh cuci ini, putrinya sudah puluhan kali dicabuli bahkan diperkosa saat datang berobat kepada terdakwa yang mengaku sebagai orang pintar dalam ilmu pelet.

Saat itu anaknya masih duduk di kelas 2 SMP berusia 11 tahun masih sangat polos. Bermula anaknya yang sering diajak oleh temannya bernama Nur berobat kepada tersangka mengaku dapat mengembalikan pacarnya yang sudah putus dapat membina hubungan tali kasih kembali.

“Tidak tahu kenapa, seakan anaknya dalam setengah sadar mau disuruh untuk meladeni nafsu bejat tersangka untuk ditiduri yang salah satu ritual yang harus dijalani kalau mau pacarnya kembali. Selain itu tersangka juga mengiming-imingi anaknya tidak akan kehilangan keperawanannya, malah nanti kata tersangka keperawanannya akan bertambah lebih besar dan anaknya juga diancam jangan menceritakan ke orang lain kalau ilmunya peletnya tidak mau hilang,” beber Yati yang mengaku mau dikasih uang sebesar Rp 15 juta oleh pengacara tersangka untuk cabut pengaduan, tapi ditolak.

Sebagai single parent, setelah ditinggal meninggal oleh suaminya, Yati harus menghidupi anak-anaknya sebagai buruh cuci. Mendengar anaknya telah menjadi korban kebiadaban tersangka langsung tidak menerima.

“Mana keadilan buat orang miskin, keadilan itu hanya untuk orang yang berduit,”ucap Yati dengan lantang sebelum pingsan .

Majelis Hakim Ketua , Sugeng Warnanto, SH dengan anggota Nenny Yuliany, SH, M. Kn di ruang kerjanya mengatakan pembacaan vonis ditunda karena masih ada berkas penyusunan keputusan yang belum sempurna.

Dalam persidangan, lanjut Sugeng, sudahk 10 saksi dihadirkan termasuk empat diantaranya merupakan korban “ Pada hasil final Rabu depan persidangan akan dilanjutkan dengan pembacaan vonis. Tersangka akan dikenakan pasal 81 ayat 2 UU No. 23 tahun 2002 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp 62 juta,”ungkapnya.

Terdakwa Madanih, ditangkap Polsek Limo Senin 18 juni 2012 di rumahnya bilangan Jalan Persatuan, Cinere karena mencabuli gadis di bawah umu dengan iming-iming bisa memelet orang.

Informasi yang didapat , tersangka sudah sebanyak 27 kali melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur di rumahnya dalam menjalani praktek orang pintar bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Tapi hanya empat orang saja yang melapor hingga dapat ditahan. (angga)

Teks: Tersangka dukun cabul mendengarkan keputusan majelis hakim PN Depok

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.