Monday, 24 September 2018

Tambang Emas Ilegal Tersebar di 7 Titik

Minggu, 16 Desember 2012 — 17:42 WIB
Tambang Liar Sukabumi

SUKABUMI (Pos Kota) – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat ada tujuh titik areal penambangan emas ilegal. Rencananya, lokasi penambangan liar ini akan segera ditutup karena seringkali memakan korban jiwa dan merusak lingkungan.

Ketujuh lokasi tersebut yakni Gunung Buleud, Gunung Peti, dan Gunung Engang yang terletak di Kecamatan Cisolok. Selain itu di Cibuluh Kecamatan Ciemas, Puncak Mataram Kecamatan Jampang Kulon, Pasir Piring, dan Cigaru Kecamatan Simpenan.

Kepala Distamben Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo mengakui lembaganya tidak bisa melakukan penindakan mengenai keberadaan lokasi tambang emas ilegal tersebut. Pasalnya, yang berhak menindak seperti menutupnya adalah penegak hukum.

“Kita sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Wilayah kita hanya melakukan pengawasan,” kata Adi, Minggu (16/12).

Keberadaan penambangan liar tersebut, dinilai Adi sangat membahayakan para penambang dan masyarakat sekitar. Pasalnya, para penambang tidak dilengkapi dengan peralatan keamanan yang memadai sesuai dengan aturan.

“Akibatnya, penambangan liar ini sering memakan korban. Seperti kejadian di kawasan tambang emas Gunung Buleud, Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok, Senin (10/12) lalu yang memakan menewaskan penambang liar itu sendiri,” jelas Adi.

Untuk mengantisipasi maraknya penambangan liar, kata Adi,  Pemkab Sukabumi menggiatkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terutama para penambang. Targetnya, mereka dapat menghentikan kegiatan penambangan liar yang berbahaya tersebut. “Kita akan terus melakukan pengawasan. Ini untuk menekan banyaknya tambang-tambang liar,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Sukabumi Sukmawijaya menuturkan penambangan emas yang dilakukan secara ilegal akan ditutup. Menurut Sukma, tindakan tegas ini karena aktivitas penambangan membahayakan warga sendiri dan merusak lingkungan sekitar. (sule/d).

Lokasi penambangan emas liar yang akan segera ditutup Pemkab Sukabumi.