Sunday, 18 November 2018

Sepeda Motor dan Mobil Masih Serobot Jalur Sepeda KBT

Selasa, 18 Desember 2012 — 20:48 WIB
Serobot KBT-01

DUREN SAWIT (Pos Kota) – Sepeda motor dan mobil masih melintasi jalur khusus sepeda di Kanal Banjir Timur (KBT), terutama di kawasan Jatinegara hingga Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pengguna sepeda lantaran mereka harus berebut jalan dengan para pengendara sepeda motor dan mobil.

“Saya heran,  kok, masih banyak sepeda motor dan mobil yang menggunakan jalur sepeda ini. Kami tentu terganggu, apalagi motornya berjalan kencang dan melawan arah,” keluh Didi, 27, pesepeda asal Bintara, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/12).

Usep, 35, pengguna sepeda lainnya, menimpali, kehadiran sepeda motor dan mobil di jalur khusus sepeda tidak hanya membahayakan pesepeda. Namun, juga mereka yang sedang berolahraga maupun bermain di sekitar Taman Aheme KBT dengan membawa anak dan keluarganya.

“Padahal rambu-rambunya sudah jelas, bahwa jalur ini hanya khusus untuk sepeda. Mestinya aparat juga harus turun menjaga agar tidak ada motor apalagi mobil yang masuk jalur sepeda ini,” timpal warga yang tinggal di RT 006/17 Kelurahan/ Kecamatan Duren Sawit itu.

Sepeda motor masih melintasi jalur khusus sepeda di KBT, kawasan Duren Sawit, Jaktim, Selasa (18/12). (yulian)

Pantauan Pos Kota, Selasa (18/12) sore, banyak pengendara sepeda motor maupun mobil yang menggunakan jalur khusus sepeda. Mereka bebas memasuki areal tersebut karena tidak adanya penghalang apalagi aparat yang menjaga di setiap jembatan KBT.

Tidak hanya itu, sejumlah pedagang Kaki-5 juga tampak bebas berjualan di beberapa titik. Para pedagang yang di antaranya menjajakan makanan, minuman, pakaian, dan aksesoris tersebut memarkirkan gerobak atau motornya dan mendirikan tenda di trase kering hingga rerumputan di pinggir KBT.

Hasan, 48, salah seorang pengendara motor sekaligus pedagang, mengatakan tertarik berjualan di KBT karena banyak warga yang berolahraga atau sekedar santai di tepi KBT. Dia pun berharap pengelola KBT bersedia menyediakan tempat untuk para pedagang termasuk tempat parkir kendaraan bermotor.

“Yang datang ke sini kan banyak. Ada yang pengen berolahraga, santai atau istirahat karena lelah dalam perjalanan. Mereka juga bukan cuma pengguna sepeda tapi banyak juga yang bawa motor atau mobil. Kalau boleh kasih usul, sediakanlah tempat parkir dan dagang, biar kawasan ini semakin ramai,” ujarnya.

Plt. Walikota Jaktim, HR Krisdianto, menegaskan, jalur khusus sepeda dan Taman Aheme di KBT yang baru saja diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Minggu (16/12) lalu, dibuat untuk memfasilitasi pesepeda dan warga yang ingin berolahraga. “Karena itu, tidak boleh ada sepeda motor apalagi mobil yang melintas. Untuk penanganan masalah ini, sudah diserahkan kepada Dishub maupun kepolisian,” katanya.

Terkait permintaan tempat berdagang, dan parkir sepeda motor, Krisdianto, mengatakan, akan mengkaji ulang. Sebab, selain areanya terbatas, juga banyak faktor lain terutama kelestarian dan keasrian KBT yang perlu diperhatikan.

“Untuk tempat berdagang, kalau sesekali atau sifatnya temporer, seperti hanya ada di malam minggu, bisa-bisa saja asalkan pedagang bisa bertanggung jawab terhadap kebersihan di area KBT. Untuk parkir motor mungkin nanti akan dikaji ulang,” katanya. (yulian/d)