Thursday, 24 August 2017

Cegah Longsor, PT KAI Tanam Pohon di Purwakarta

Sabtu, 22 Desember 2012 — 16:06 WIB
TANAM

PURWAKARTA (Pos Kota) – PT KAI Daops 2 Bandung melakukan penanaman 400 pohon di area sekitar jalur rel kereta api Ciganea, Kec Jatiluhur, Kab Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (22/12) pagi. Penanaman pohon ini merupakan tindak lanjut program penanaman 1 milyar pohon yang dicanangkan pemerintah.

Hadir pada kegiatan penanaman pohon, Direktur SDM Daops 2 Bandung M. Faiz dan Kahumas Daops 2 Bandung Bambang SP serta sejumlah aktifis Indonesian Railways Presenvation Socielty (IRPS), polisi dan pramuka.

Kahumas Daops 2 Bandung Bambang SP mengatakan, sejak tahun 2010 PT KAI telah menanam lebih 100.000 pohon diwilayah area Kereta Api Indonesia,yang berada di Jawa dan Sumatera. “Tujuan penanaman pohon ini selain penghijauan juga ingin memperkuat konstur tanah disekitar jalur rel terutama yang rawan pergerakan tanah longsor,” jelas Bambang SP.

Selain itu, kata Bambang, penanaman pohon ini sebagai keikutsertaan perusahaan plat merah dalam menyukseskan program penanaman 1 milyar pohon yang dicanangkan pemerintah. Terlebih PT KAI memiliki asset tanah yang luar tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera serta beberapa aset tanah PT KAI itu berada dipegunungan. ” Menjaga kelestarian alam menjadi tanggungjawab kita bersama,”imbuhnya.

Sementara itu, masyarakat pecinta kereta api atau Indonesia Railways Presenvation Socielty (IRPS) mengusulkan agar pohon-pohon yang ditanam PT KAI Daops 2 Bandung tidak memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Pasalnya, penanaman pohon bernilai tinggi memicu terjadinya aksi pencurian pohon disepanjang area PT KAI yang ditanami pohon sepanjang Cibungur (Purwakarta) – Banjar.

“Kami memonitor di Cimahi Bandung hampir 100 persen pohon tanaman PT KAI ludes dijarah. Karena pohon pohon itu bernilai ekonomi seperti pohon mangga dll,” ungkap Nurcahyo, aktifis IRPS, kepada Pos Kota disela sela penanaman pohon di Ciganea Purwakarta, Sabtu (22/12).

IRPS telah mengusulkan agar pohon pohon yang akan ditanam PT KAI ini tidak bernilai ekonomi yang dapat merangsang orang mencurinya tetapi secara ekologis tetap kuat seperti pohon yang dapat menampung serapan air dan memiliki akar kuat. “Pohon pohon itu yang sejenis jengjing, jabon dan jati,” pungkas.

Ikhwal adanya penjarahan pohon PT KAI ini, Bambang SP mengakuinya. Pada penanaman pohon kali ini pun sengaja dipilih pohon sebagaimana usulan IRPS yakni jabon, jengjing dan jati. “Iya sekarang kita merubahnya,”aku Bambang.

Bambang menyesalkan insiden penjarahan pohon disekitar area jalur rel. Ia mengimbau masyarakat sekitar jalur rel agar turut serta memelihara dan merawat pohon tersebut yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat dan masyarakat pengguna jasa Kereta Api.

(dadan/sir)