Wednesday, 21 November 2018

Tuntut Pemerkosa Dihukum Mati, PM India Minta Warga Tenang

Senin, 24 Desember 2012 — 14:06 WIB
A man dressed in khaki uniform uses a toy gun to divert the traffic near the India Gate where a protest was being held in New Delhi

NEW DEHLI – Perdana Menteri India Manmohan Singh meminta agar masyarakat di ibukota New Delhi tenang menyusul protes terhadap pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang perempuan, yang berakhir dengan kekerasan.

Gantung Para Pemerkosa!” demikian spanduk yang diteriakkan para pemrotes.

Singh mengatakan pemerintahannya akan “melakukan semua upaya untuk memastikan keamanan dan keselamatan kepada seluruh perempuan”.

Gelombang protes warga menimbulkan kerusuhan dan memancing aparat bertindak represifReuters

Akhir pekan lalu, lebih dari 100 orang terluka dalam bentrokan – polisi menyebutkan sekitar 60 personilnya terluka.

Perkosaan yang terjadi di sebuah bus di Delhi dan menyebabkan perempaun yang menjadi korban dalam kondisi kritis ini, menyebabkan protes meluas di India.

Pemerintah telah mencoba untuk menghentikan kemarahan masyarakat dengan mengumumkan sejumlah rangkaian kebijakan agar Delhi menjadi kota yang lebih aman bagi perempuan.

Kebijakan ini termasuk patroli polisi pada malam hari, pengecekan terhadap supir bis dan asisten mereka dan jendela bis dilarang ditutup dengan tirai atau cat.

Tetapi para pemrotes mengatakan janji pemerintah untuk menghukum pelaku dengan penjara seumur hidup tidaklah cukup – mereka meminta tersangka dikenakan hukuman mati.

Enam orang, termasuk supir bis, ditahan berkaitan dengan kasus pemerkosaan itu.

MEMBENARKAN KEMARAHAN

Para demonstran di Delhi meminta agar para pelaku dikenakan hukuman mati.

Pesan singkat perdana menteri India itu disampaikan kepada masyarakat melalui televisi. “Saya meminta kepada seluruh warga yang peduli untuk menciptakan perdamaian dan ketenangan. Saya memberikan jaminan kepada anda bahwa kami akan melakukan seluruh upaya untuk memastikan keamanan dan keselamatan bagi perempuan di negara ini.”

Pada Minggu (23/12) pagi, Singh mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia merasa “sangat sedih peristiwa itu menyebabkan bentrokan antara pemrotes dan pasukan polisi”.

“Kami semua bersama dalam kepedulian kita terhadap perempuan muda yang menjadi korban dalam kejahatan yang keji di Delhi,” kata dia.

Perdana Menteri India Manmohan Singh – Reuters

Singh mengatakan bahwa wajar dan membenarkan kemarahan yang muncul akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, dokter menyebutkan bahwa kondisi perempuan yang menjadi korban perkosaan itu masih kritis. Dia dioperasi pada Minggu untuk menghentikan infeksi dan masih bergantung pada alat bantu pernapasan.

Minggu (23/12), polisi anti huru-hara di Delhi menggunakan gas air mata untuk menahan para demonstran yang sebagian besar mahasiswa, menuju Istana Presiden Pranab Mukherjee.

Kekerasan terjadi ketika demonstran berupaya untuk menerobos barikade polisi. Peristiwa itu terjadi ketika perempuan korban perkosaan yang berusia 23 tahun dan temannya naik bis di wilayah Munirka dan menuju ke Dwarka, setelah menonton film.

Polisi mengatakan dia diperkosa selama hampir satu jam, keduanya dipukul dengan batang besi dan dilempar keluar dari bis yang melaju di jalanan Delhi.

Data polisi menyebutkan di Delhi, perkosaan terjadi setiap 18 jam dan serangan seksual setiap 14 jam sekali. (BBC/d)

  • http://profile.yahoo.com/Y5QM72B3ECF6NGJA3J7IYKBZII Gundala putra

    Kalaudi Indonesia gampang untuk “didamaikan”