Tuesday, 20 August 2019

Prediksi 2013 : Korupsi, Amuk Massa, Narkoba Meningkat

Rabu, 26 Desember 2012 — 7:04 WIB
ilusprediksi

KALAU di tahun 2012, banyak pejabat, publik figur seperti anggota DPR, dan pengusaha ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena korupsi, di tahun 2013, kasus seperti ini bakal meningkat jumlahnya.

“Apalagi tahun 2013, merupakan tahun menjelang Pemilu 2014, banyak  publik figur lainnya terjerat kasus hukum. Ini tidak aneh. Tapi, di sinilah memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum,” kata pengamat hukum Alexius Tantrajaya, SH.

Bukan itu saja, kasus narkoba juga terus meningkat jumlahnya. “Hal ini dapat kita lihat dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Bukan saja junmlah pelaku yang ditangkap, tapi jumlah barang buktinya juga terus bertambah,” kata Alexius.

Menurut advokat ibukota ini, dengan keberhasilan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penyitaan narkoba jenis kokain pada tahun 2011, yakni disita 66 gram dan pada 2012 juga disita narkoba jenis kokain seberat 5,8 kg, memperlihatkan adanya jaringan narkoba internasional.

Demikian juga narkoba jenis shabu yang disita dari 433 kg pada tahun 2011 menjadi 1.924 kg atau hampir 2 ton. “Jumlah keseluruhan narkoba tersebut diselundupkan ke Indonesia melalui jaringan sindikat internasional,” kata anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini.

Dia menyangkan kecenderungan peningkatan kuantitas dan kualitas pelaku kejahatan narkoba ini, karena didukung oleh sikap lunak negara melalui aparat penegak hukum yang sering ‘bertoleransi’ dalam menjatuhkan sanksi pidana kepada pelaku kejahatan narkoba.

“Contohnya saja, dua terpidana narkoba Hillary K Chimize dan Meriki Franola alias Ola ini dihukum ringan setelah Peninjauan Kembali (PK) Hillary dikabulkan dan pemberian grasi untuk Meriki Franola alias Ola.

Bukan saja Ola, tapi grasi diberikan presiden kepada Schapelle Corby ‘Si Ratu Mariyuana’.
Begitu juga PK terpidana Hengky Gunawan dikabulkan Mahkamah Agung (MA) dari hukuman mati menjadi 15 tahun penjara.

BUKAN EFEK JERA

Kasus narkoba lainnya yakni 2 wanita asal Inggris, Lindsay June Sandiford, dan Rachel Lisa Dougall. Daua terdakwa penyelendup narkoba ini  pada 20 Desember lalu dituntut 15 tahun penjara  di Pengadilan Negeri Denpasar Bali. Padahal barang buktinya kokain seberat 3,8 kg.

Kasus seperti ini  merupakan sebagian dari contoh kasus narkoba yang telah diproses secara hukum dan sanksi pidananya ‘lunak’ sehingga tidak membawa efek jera bagi calon pelaku narkoba.
Padahal kita tahu, seperti yang pernah diungkapkan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, kalau negara ini menjadi incaran sindikat kejahatan narkoba international.

“Tentunya saya melihat hal ini mengindikasikan akan meningkatnya kejahatan narkoba yang akan diproses hukum di pengadilan  di seluruh Indonesia di tahun 2013,” ucapnya.

AMUK MASSA

Selain kedua kasus tersebut, Alexius juga memprediksi kasus amuk masa juga terus meningkat. “Kalau kita lihat di daerah terutama di kota-kota besar, banyak peristiwa yang menyangkut masyarakat. Amuk masa yang salah satunya karena tidak diperlakukan adil merupakan pemicu perirtiwa itu,” katanya.

Belum lagi kalau kemudian mereka harus bentrok dengan petugas dan biasanya menyangkut soal sengketa lahan, ini juga bakal meningkat jumlahnya.

“Kasus seperti ini pada 2013 juga banyak yang diproses hingga ke pengadilan,” tambahnya. Nah, di sinilah kalau pemerintah tidak serius memperhatikan persoalan ini, maka jumlahnya akan terus meningkat. (hbw/ds/r/)

Teks foto:

Pengamat hukum Alexius Tantrajaya, SH. (wicaksono)