Sunday, 18 November 2018

Berlanjut, Demo Tuntut Pemerkosaan Dihukum Mati di India

Senin, 31 Desember 2012 — 16:39 WIB
Delhi-protest-n

DELHI – Para pendemo berkumpul di ibukota India, Delhi, untuk kembali menggelar aksi demonstrasi kemarahan atas pemerkosaan seorang wanita di dalam bis beberapa hari lalu.

Delhi-Protest03

Ribuan warga dan sejumlah klub malam membatalkan perayaan tahun baru untuk mengenang seorang mahasiswa berusia 23 tahun yang meninggal di sebuah rumah sakit di Singapura setelah menderita luka serius akibat pemerkosaan 16 Desember lalu.

Dia kemudian dikremasi di Delhi pada hari Minggu (30/12).

Serangan pemerkosaan ini menimbulkan aksi besar di India dengan tuntutan perubahan atas hukum kekerasan terhadap wanita.

Enam lelaki ditahan dalam kasus pemerkosaan ini dengan dakwaan pembunuhan.

Delhi-Protest01

Jika terbukti bersalah, mereka akan menghadapi ancaman maksimal hukuman mati, dan keluarga korban mendesak hukuman mati diberlakukan bagi para pemerkosa tersebut.

MEMALUKAN

“Pertempuran baru dimulai. Kami menginginkan semua tertuduh di hukum gantung, dan kami akan memperjuangkan hal itu sampai penghabisan,” kata saudara lelaki korban pemerkosaan kepada koran The Indian Express.

Kepada koran yang sama, ayah korban mengatakan keluarganya kini tenggelam dalam kedukaan.

“Istri saya tidak bisa makan dalam dua pekan terakhir,” katanya.  “Dia sangat kelelahan… saya rasa dia tidak siap untuk menghadapi kematian anaknya. Dia menangis terus menerus sepanjang Sabtu, dan semakin memburuk saat terbang kembali ke rumah.”

“Ini sangat menyakitkan. Saya belum lagi masuk ke kamarnya. Dia lahir di rumah ini. Bukunya, bajunya semuanya masih ada di sini.”

“Sulit untuk percaya saya tidak akan pernah mendengar suaranya lagi, dia tidak akan lagi membacakan buku dalam bahasa Inggris untuk saya,” katanya.

Pemerintah India sendiri mendapat kritik yang keras atas respon terhadap kasus pemerkosaan ini yang disebut banyak pihak ”lambat” dan tidak memadai.

PM India Singh mengatakan dia ”sangat sedih” atas kematian korban, dan kemarahan publik ”sepenuhnya dipahami”.

Ketua partai berkuasa Partai Kongres, Sonia Gandhi, berjanji untuk berjuang atas apa yang dia sebut sebagai pola pikir sosial memalukan India yang ada di balik kejahatan tersebut.

Kasus pemerkosaan ini dianggap sebagai puncak gunung es karena ada ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan lainnya yang hingga saat ini belum ditindaklanjuti.

Banyak pendemo yang mengatakan bahwa wanita di India dipandang sebagai warga negara kelas dua, dan sebuah perubahan fundamental dalam kebudayaan dan perilaku, didukung dengan undang-undang dibutuhkan untuk melindungi mereka. (bbc/d)

foto-foto: Reuters & The Hindu.