Thursday, 22 November 2018

Cibinong Semakin Semrawut

Minggu, 6 Januari 2013 — 19:52 WIB
Cibinong semrawut

BOGOR (Pos Kota) – Kesemrautan di peritigaan Jalan Raya Jakarta-Bogor,  di depan Pasar Cibinong dan fly over Cibinong, semakin parah. Maraknya Kaki-5 yang berjualan di bahu jalan dan angkot  menurunkan dan menaikan penumpang seenaknya semakin memperparah kesemarautan. Belum lagi sejumlah bus menjadikan fly over Cibinong sebagai terminal bayangan.

Warga mengeluhkan kesemrautan ini, apalagi pada jam-jam sibuk. Meski dua atau petugas DLLAJ Kabuaten Bogor dan Polres Bogor bertugas di sekitar pertigaan Pasar Cibinong dan lokasi penampungan sementara pedagang di ujung di  fly over Cibinong , sepertinya tak mampu mengatasi kesemrautan ini.

Apalagi keberadaan fly over yang sejatinya mengatasi kemacetan malah beralih fungsi menjadi tempat ngetem bus.

“Petugas tak mampu bertindak lantaran arus kendaraan dari arah Depok maupun dari Citeureup menumpuk di pertigaan ini. Belum lagi dari arah Kota Bogor yang memutar di pertigaan ini. Parahnya lagi bus-bus dibiarkan ngetem di fly over,” ujar Arthur, warga Kel. Pabuaran Cibinong, Minggu (6/12).

Warga lain menilai, keberadaan subterminal di Pasar Cibinong yang terlalu sempit lantaran hanya memiliki luas seribu meter, tak sebanding dengan jumlah angkot.

Akibatnya angkot menghentikan dan menaikan penumpang di luar subterminal. Kondisi ini diperparah dengan lalulalang orang yang menyeberang.

Kepala Dinas DLLAJ Kabupaten Bogor Soebintaoro mengakui, pihaknya pusing mengatasi kesemrautan di  pertigaan ini. Pihaknya berulangkali bekerjasama dengan Satpol PP dan Polres Bogor mengurai kemacetan ini, tapi tak banyak membuahkan hasil.

Seperti penertiban Kaki-5 oleh Satpol PP lalu dipasang pagar pembatas di depan Pasar Cibinong. Selain itu pihaknya menertibkan angkot yang berhenti termasuk melarang bus ngetem di fly over.

Tapi, beberapa jam kemudian kaki-5 berdatangan dan angkot serta bus ngetem lagi,” katanya. Diakuinya pihaknya keuslitan menjaga kawasan ini lantaran terbatasnya personil. “Di kawasan ini kita tempatkan enam personil, termasuk dari Satpol PP dan Polisi, tapi tak mampu berbuat banyak,” katanya. (iwan/d)

Foto : Depan tempat penampungan sementara pedagang  di ujung  di fly over Cibinong semraut dikeluhkan sejumlah pegendara. (iwan)

  • sri

    Perilaku kehidupan masyarakat sudah berubah tidak mempunyai hati nurani lagi,dan pejabat yang mementingkan uang.Terjadilah kehidupan seperti ini.Semua hanya mementingkan uang…uang…dan uang.

  • Wongso Kondesa

    Kesadaran masyarakat rendah, egosime tinggi, sehingga timbul mental yang penting aku dapat!