10 Parpol Lolos Ke Pemilu 2014, Makin Sedikit Makin Bagus

Rabu, 9 Januari 2013
ilusparpol

JAKARTA (Pos Kota) – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang hanya meloloskan 10 partai politik untuk Pemilu 2014 dinilai sebagai keberanian dan kemajuan demokrasi. Meski demikian, banyak kalangan menilai sebenarnya makin sedikit parpol, justru makin bagus.

Di sisi lain, parpol yang tak lolos menganggap KPU tidak profesional dan membuat situasi darurat politik. “Kerja KPU  buruk sekali, ini menimbulkan kondisi darurat politik  berbahaya. Presiden harus mengambil kebijakan mengajukan Perppu ke DPR untuk mengganti UU yang baru ke UU yang lama,” kata Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Indonesia Bersatu (PKBIB),  Imron Rosyadi Hamid,  di Jakarta, Selasa (08/1). PKBIB adalah salah satu parpol yang tidak lolos dalam verifikasi faktual yang diadakan KPU.

Menurut Imron, KPU dianggap telah melanggar aturan dan kode etik pemilu. Kalau KPU melakukan abuse of  power dan presiden membiarkan, maka bisa dianggap melakukan pelanggaran secara bersama.

PDI-PERJUANGAN
SAMBUT BAIK

PDI-Perjuangan menyambut baik hasil kerja  KPU itu.  “Hasil verifikasi itu sejalan dengan penguatan sistem presidensial,” tegas Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa (8/1) menyikapi hasil verifikasi faktual KPU.

Senada dengan itu, Wasekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustofa menilai, mengerucutnya hasil verifikasi faktual  menjadi tinggal 10 parpol membuat Pemilu 2014 menjadi lebih berkualitas.
“Makin sedikit, kan makin bagus. Minimnya jumlah kontestan d banding sebelumnya akan memudahkan calon pemilih dan membuat pelaksanaan dan hasil Pemilu 2014 menjadi lebih berkualitas,” kata Saan Mustopa.

Anggota Komisi II DPR dari Golkar, Nurul Arifin juga memuji keberanian dan integritas KPU yang memutuskan hanya 10 parpol lolos verifikasi faktual

PARLIAMENTARY
THRESHOLD KECIL

Pengamat politik dari Indobarometer M Qodari menyatakan, untuk menuju langkah pengurangan jumlah parpol di parlemen, hasil verifikasi faktual oleh KPU yang hanya melolos 10 parpol itu, sudah bagus. Sebenarnya, akan lebih baik kalau parpol di parlemen tidak sebanyak sekarang.

Namun, dengan parliamentary threshold yang cuma 3,4%, ia meragukan jumlah parpol di DPR akan berkurang. Thresholdnya terlalu kecil. “Bisa-bisa, 10 parpol itu bisa masuk Senayan semua, soalnya kan nanti pemilih yang semula memilih partai lain-lain itu, pilihannya sekarang tinggal sedikit,” katanya.

Ke-10 parpol yang lolos untuk ikut Pemilu 2014 yakni; Demokrat, PDIP, Partai Golkar, PAN, PPP, PKS, PKB, Hanura, Gerindra, dan Partai Nasdem. (aby/winoto/rizal/o)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.