Rabu, 9 Januari 2013 15:34:53 WIB

Pasca RSBI dan SBU Dibubarkan

Penerimaan Peserta Didik Baru Dikembalikan ke Metode Lama

stoprbi91

JAKARTA (Pos Kota)- Setelah RSBI dan SBI, maka system penerimaan peserta didik baru (PDB) dikembalikan pada metode semula, yakni bersamaan waktunya dengan sekolah regular lainnya.

“Biasanya RSBI dan SBI melakukan seleksi calon peserta didik baru secara tersendiri dan lebih awal,” jelas Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Depdikbud Suyanto, Rabu (9/12).

Tetapi pasca pembubaran RSBI dan SBI, maka kegiatan PDB akan disamakan dengan sekolah regular lainnya. Baik waktu maupun tata cara dan persyaratannya.

“Kalau seleksinya berdasarkan nilai ujian nasional, ya semua akan berlaku sama. Tidak ada test-test khusus lagi atau ujian tambahan,” tegas Suyanto.

Meski RSBI dan SBI sudah bubar, Suyanto mengatakan bahwa pemerintah tetap membuka peluang munculnya sekolah-sekolah unggulan yang setara dengan RSBI dan SBI. Alasannya, sekolah RSBI dan SBI adalah model pendidikan yang memang sudah memenuhi 8 persyaratan yang tertera dalam UU Sisdiknas.

Selain itu lanjut Suyanto, masih banyak orangtua yang menginginkan anaknya bersekolah disekolah-sekolah unggulan meski harus membayar dengan biaya yang tidak murah.
“Tetapi yang jelas RSBI dan SBI sudah bubar dan kami komit untuk melaksanakan putusan MK tersebut,” kata Suyanto.

Hanya saja, bisa jadi sekolah eks RSBI dan SBI nantinya akan diarahkan ke sekolah-sekolah berstatus mandiri. Peraturannya akan segera disusun mengingat konsekuensi dari putusan MK, segala peraturan yang berhubungan dengan RSBI dan SBI otomatis gugur.

Sebelumnya pada sidang yang digelar Mahkamah Konstitusi 8 Januari, peraturan tentang RSBI yakni pasal 50 ayat 3 UU Sisdiknas dibatalkan. Pembatalan pasal tersebut berimbas pada pembubaran sekolah dengan label RSBI dan SBI diseluruh Indonesia. (inung)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.