Wednesday, 21 November 2018

Washliyah: Densus 88 Jangan Kasar Memburu Terduga Teroris

Rabu, 9 Januari 2013 — 16:56 WIB
yusnar-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum Pengurus Besar Aljam`iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), mengingatkan pimpinan Polri agar membina anggota Densus 88, sehingga tidak kasar saat memburu terduga teroris. Karena belakangan ini tindakan pasukan khusus Mabes Polri itu terkesan sembarangan dan main tembak.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr.H.Yusnar Yusuf MS MA di Jakarta. Menurut dia, penindakan terhadap tersangka teroris di Indonesia jangan asal-asalan, tapi mengedepankan kepastian hukum baru dilakukan penindakan. “Penindakannya jangan main kasar dan asal tembak,” kata Yusnar.

Selama ini penyergapan terduga teroris, malah ada yang disiarkan langsung TV swasta, seakan mempertontonkan kekuatan senjata mirip perang. Anggota bersenjata nampak menyerbu dan mengepung suatu lokasi, sementara orang yang dijadikan target tidak terdengar melepas tembakan.

“Coba jelaskan bagai mana sebenarnya perlawanan terduga teroris itu di lapangan. Mereka pakai senjata apa atau bagaimana, sehingga masyarakat tahu kenapa harus dilumpuhkan dengan senjata api,” papar Yusnar.

Washliyah, kata Yusnar, setuju pemberantasan teroris. Cuma caranya yang harus dengan tepat dan benar. Tidak asal comot dan tembak orang yang masih terduga. “Tak perlu pakai gaya-gaya kekerasan, ditangkap saja kan bisa,” ujar Yusnar.

(syamsir)

  • Fauzi Bowo

    Densus 88 Anti Teror diminta kayak hansip atau satpol ? Lebih baik berpikir untuk tidak berurusan dengan DENSUS 88, karena konsep pembentukan Densus untuk menumpas teroris dengan cepat.