Thursday, 19 September 2019

Ratusan Nelayan Mogok Melaut

Kamis, 10 Januari 2013 — 23:01 WIB
ilusnelayan

BANDUNG (Pos Kota) – Ratusan nelayan di pesisir Pantai Garut Selatan di Kabupaen Garut, Jawa Barat mogok melaut. Mereka terpaksa diam di rumah lantaran gelombang tinggi dan tiupan angin semakin kencang.

“ Semua nelayan kini gantung jala,“ kata Sekretaris Himpunan Nelayan, Lukman Nur Hakim, saat , Kamis. Dia menegaskan, nelayan yang berjumlah 200 lebih dan biasa melaut di Pantai Santolo dan Rancabuaya sudah empat hari berdiam di rumah.

“ Jika dipaksakan melaut resiko tinggi,“ jarnya . Lukman memaparkan, tingginya gelombanh dan kencangnya angin mampu menghempaskan ambisi nelayan untuk melaut.

“ Kami pantau kondisi pantai Garut Selatan tidak bersahabat. Nelayan kini banyak yang beraktifitas di rumh,“ tandasnya lagi.

Nasib sama dialami nelayan di Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Ratusan nelayan banyak yang tak melaut lantaran tingginya gelombang dan besarnya angin. “ Hampir 80 persen nelayan mogok melaut,“ kata Dudin,45, warga Pangandaran melalui selulernya, Kamis.

Jumlah nelayan di Pangandaran hampir 300 orang. Dari jumlah itu hampir semua mogok. “ Mereka tak melaut karena cuaca tak bersahabat,“ungkapnya.

Dudin menandaskan, dampak mogoknya melaut akibat cuaca buruk bisa berimbas ke harga ikan laut. “ Ikan laut akan langka dan harga akan naik,“ pungkasnya.

Hal setupa juga dialami oleh ratusan nelayan yang berada di pesisir Pantai Utara Kabupaten Tuban.Sudah sejak satu minggu terakhir ini tidak berani melaut karena gelombang tinggi dan angin kencang di laut Jawa.

Dari keterangan nelayan bahwa gelombang air laut yang terjadi selama beberapa hari terakhirnya ini mencapai ketinggian 5 meter . “Ya kita takut kalau sampai tenggelam, karena ombaknya di tengah memang tinggi. Jadinya kita ya terpaksa nganggur saja,” ujar Bambang,30, salah satu nelayan asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota, Tuban.

Tak hanya itu, akibat dari gelombang besar yang terjadi itu sejumlah nelayan juga berusaha menyelamatkan perahu mereka yang tali jangkarnya mengalami putus. Mereka secara bergotong royong menarik perahu itu hingga ketepi pantai supaya tidak terseret gelombang.(nurqomar/Dono)

Teks : Nelayan tidak berani melaut karena gelombang tinggi