Thursday, 20 September 2018

Gelombang Tinggi, Nelayan Diminta Tak Melaut

Senin, 14 Januari 2013 — 19:31 WIB
ombak-300x225

SUKABUMI (Pos Kota) – Para nelayan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diminta tak melaut. Larangan ini menyusul belakangan terakhir gelombang air laut cukup tinggi mencapai sekitar 2,5 meter  yang membahayakan para nelayan terutama yang menggunakan perahu tradisional. Normalnya, ketinggian air laut di bawah satu meter.

Operator Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP), Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Edi Rohendi mengatakan cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir rawan menyebabkan terjadinya kecelakaan di tengah laut.

Dengan pertimbangan ini, pihaknya mengeluarkan himbauan larangan melaut sementara waktu hampir ke semua nelayan termasuk Palabuhanratu dan perairan lainnya.

“Kita sudah sampaikan kepada para nelayan yang ada di Palabuhanratu dan daerah pendaratan ikan lainnya mengenai  ketinggian gelombang dan kecepatan angin yang kurang bersahabat bagi nelayan,” kata Edi, Senin (14/1).

Dijelaskan Edi, kecepatan angin di perairan Palabuhanratu saat ini mencapai 30 knot per jam. Biasanya kecepatan angin hanya sekitar 15 knot per jam. Belum lagi ketinggian gelombang air laut yang mencapai 2,5 meter. “Normalnya di bawah satu meter. Makanya kondisi sekarang cukup membahayakan keselamatan para nelayan,” tegasnya.

Berdasarkan data Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Sukabumi sekitar 60 persen dari 15 ribu lebih nelayan terpaksa tidak melaut. Imbasnya, produksi ikan menurun drastis hingga 80 persen.

Ketua HNSI Cabang Sukabumi, Dede Ola menjelaskan nelayan yang masih melaut yakni yang menggunakan kapal-kapal besar seperti congkreng, hand line dan rumpon. “Untuk nelayan yang menggunakan kapal kecil seperti payang terpaksa tak melaut. Soalnya, gelombang laut tengah tinggi,” kata Dede.

Menurutnya, dengan kondisi belakangan terakhir hasil tangkapan ikan minim. Kondisi ini tidak sebanding dengan ongkos atau biaya untuk sekali melaut. Akibatnya, produksi tangkapan ikan menurun. Saat ini produksi ikan perharinya maksimal 10 ton. Padahal biasanya produksi ikan mencapai 50 ton. (sule/d)