Sunday, 23 September 2018

Tanaman Pangan Lebih Menjanjikan

Senin, 14 Januari 2013 — 10:11 WIB
menjanjijkan141

JAKARTA (Pos Kota)-Menteri Pertanian Suswono menyatakan, permintaan komoditi pertanian masa depan cenderung mengarah ke tanaman pangan. Hal itu terlihat dengan terus meningkatnya harga bahan pangan secara internasional.

“Karena itu kami mengimbau agar petani tetap mempertahankan lahan untuk tanaman pangan yang mereka miliki,” katanya,kemarin.

Menurut dia, saat ini nilai tukar petani Indonesia yang menananam bahan pangan sudah berada di atas angka 105. Angka tersebut menurutnya tertinggi yang pernah dinikmati petani di Indonesia.

“Saat ini petani yang memiliki lahan satu hektar saja menikmati pendapatan Rp 6 juta per bulan bersih,” katanya. Karena itu tidak ada alasan yang kuat jika petani ingin mengubah lahan pertanian tanaman pangannya menjadi lahan pertanian non pangan.

Dia mengkritik kecenderungan petani yang merubah persawahan dan lahan tanaman pangan menjadi lahan perkebunan sawit. “Saya melihat hampir sebagian besar lahan sawah diSumatera sudah dikepung kebun sawit. Padahal produksi sawit kita sudah jenuh,” ujarnya.

Produksi crude palm oil Indonesia mencapai 23 juta ton.Padahal kebutuhan dalam negeri hanya tujuh juta ton. Oleh karenanya saat ini harga crude palm oil jatuh karena penjualannya sangat tergantung permintaan luar negeri. Sementara harga komoditi tanaman pangan tidak tergantung harga dunia,” tambahnya.

Sedangkan tanaman pangan, Thailand dengan luas lahan persawahan sekitar sembilan juta hektar bisa mengekspor beras. Sementara Indonesia dengan penduduk empat kali lipat Thailand hanya memiliki luas sawah berkisar 13,5-15 juta.

“Dengan jumlah penduduk empat kali lipat dari Thailand dan makan nasi lebih banyak. Sawah yang dimiliki Indonesia hampir sama dengan Thailand,” katanya. Seharusnya sawah yang dimiliki jauh lebih luas dibanding saat ini. (faisal)