Selasa, 15 Januari 2013 15:23:16 WIB

Renovasi Gedung SDSN Mampang Prapatan 02 Mangkrak

Bangunan Mangkrak

MAMPANG PRAPATAN (Pos Kota)- Renovasi gedung SDSN Mampang Prapatan 02, Jakarta Selatan sudah hampir dua bulan mangkrak. Akibatnya hingga kini 318 siswa SD tersebut masih mengungsi di SD lain dikawasan kelurahan Tegal Parang, kecamatan Mampang Prapatan.

Renovasi total gedung sekolah berstandar nasional tersebut dikatakan Ketua Komite SDSN Mampang Prapatan Ir Dhia Cahaya Alam sudah dilakukan sejak Juni 2012.

“Kita sudah mengosongkan gedung sejak awal Juni 2012 dan anak-anak ngungsi di SD Tegal Parang 01 dan 03,” tuturnya Selasa, (15/1).

Gedung SD yang berstatus standar nasional tersebut semula hanya 1 lantai, namun sesuai dengan standar minimal sekolah berstatus SDSN, maka Dinas Pendidikan membangun menjadi 3 lantai.

Sayangnya, pembangunan yang semula direncanakan selesai Januari 2013 tersebut hingga kini tak kunjung selesai. Bahkan sejak awal Desember 2012, segala aktivitas pembangunan mandeg total tanpa alasan yang jelas.

“Proses pembangunan gedung sudah 70 persen. Tetapi tiba-tiba nggak ada lagi tukang yang ngerjain,” tambah Dhia.

Lambatnya proses pembangunan SDSN Mampang Prapatan 02 tersebut membuat proses belajar mengajar menjadi terhambat. Siswa yang terbiasa sekolah pagi, terpaksa harus masuk siang hari sehingga konsentrasi siswa menjadi kurang fokus.

“Sebentar lagi mau ujian nasional. Apakah anak-anak kami juga harus ujian ditempat pengungsian,” kata Dhia.

Saat dikonfirmasi, Kepala SDSN Mampang Prapatan 02 Sukardi MSi mengakui banyak orangtua yang memprotes terkait lambannya proses pembangunan gedung sekolah. “Banyak yang protes, tetapi itu bukan wewenang sekolah,” jelasnya.

Meski mengungsi, Sukardi memastikan bahwa proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Siswa belajar dengan jam pelajaran yang hampir sama dengan aturan yang berlaku.

“Dalam kondisi darurat, tentu kami berjuang agar semua berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Ia sendiri sudah mengajukan perpanjangan surat ijin ‘menumpang’ di SD Tegal Parang 01 dan 03. Termasuk surat perpanjangan kontrak ruang gudang untuk menyimpan berbagai peralatan milik sekolah.

Kasubdis Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan DKI Jakarta Didik Sugandhi mengatakan penyelesaikan pembangunan gedung SDSN Mampang Prapatan 02, Jakarta Selatan memang tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun anggaran.

“Sekolah tersebut dibongkar habis, jadi anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” jelasnya.

Didik menolak anggapan bahwa renovasi gedung sekolah mangkrak. Sebab sejak semula memang renovasinya membutuhkan anggaran besar jadi harus diselesaikan dalam dua tahun anggaran.

“Ini akan jadi prioritas anggaran 2013. Kami berharap komite sekolah dan orangtua siswa memahaminya,” pungkas Didik. (inung/d)

Renovasi gedung SDSN Mampang Prapatan 02 yang tak kunjung selesai. (inung)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.