Monday, 27 May 2019

Renovasi Trotoar Gajah Mada dan Hayam Wuruk Terkendala

Selasa, 15 Januari 2013 — 15:52 WIB
kendulan151

JAKARTA (Pos Kota) – Renovasi trotoar di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruh terkendala banyaknya lahan yang dimiliki secara pribadi oleh pemiliki toko. Tidak hanya itu masih banyaknya kendaraan pribadi yang terparkir juga menjadi faktor lainnya.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Chatarian Suryowati, mengungkapkan sampai saat ini pengerjaan baru mencapai 40 persen untuk Jalan Gajah Mada dan 70 persen untuk Jalan Hayam Wuruk. “Kami menargetkan tahun ini rampung. Namun memang masih ada beberapa kendala,” ujar Chatarina, Selasa (15/1).

Lebih lanjut Chatarina mengatakan terdapat perubahan design terhadap perbaikan trotoar tersebut. Ini lantaran banyaknya lahan yang masih dikuasai pemilik toko. Jika sebelumnya direncanakan tinggi trotoar secara keseluruhan 20 cm, namun saat ini diubah.

“Pada trotoar yang merupakan akses pintu masuk toko atau gedung kita turunkan menjadi 5 cm. Sesuai permintaan mereka (red-pemilik toko dan dan pengelola gedung),” tandasnya.

Padahal konsep awal seluruh pedagang yang ingin berbelanja harus memarkirkan kendaraannya di gedung parkir. Kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Pemilik tokopun dapat memamerkan dagangannya dengan sistem windows shopping. Seperti layaknya kawasan Orchard Road di Singapura. Nantinya untuk memberikan kenyamanan warga akan dipasanag bolard atau tiang di pintu-pintu masuk trotoar. “Bolard ini agar sepeda motor maupun mobil tidak bisa masuk ke atas trotoar,” ucap Chatarina.

Bukan hanya tinggi trotoar, namun lebar trotoar juga berubah. Sebelumnya seluruh trotoar akan memiliki lebar 4 hingga 5 meter. Namun sekarang di beberapa titik hanya menyisakan 1,5 meter. Ini terjadi lantaran banyaknya gedung maupun toko yang telah mendfirikan bangunan. Sehingga sulit untuk dibongkar.

Chatarina mengungkapkan bahwa untuk penyelesaian proyek ini pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp8 miliar. Dana tersebut masing-masing, Rp5 miliar untuk Jalan Gajah Mada dan Rp3 miliar untuk Jalan Hayam Wuruk.(guruh)