Tuesday, 23 May 2017

BAP Dipalsukan, Kakak Korban Tabrakan Lapor ke Propam

Kamis, 17 Januari 2013 — 21:01 WIB
Lapor

LAMPUNG (Pos Kota) – Tidak terima BAP  (Berita Acara Pidana) dan tandatangan adiknya dipalsukan, Yetti ,55, melaporkan penyidik lantas Polresta Bandarlampung, ke Propam Polda Lampung pada Kamis (17/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Diterima Kompol. Herlinda,  Yetti melaporkan, adiknya Azahrul Baihaki,37, warga Jl. Soekarno-Hatta, Kedaton, Bandarlampung, yang ditabrak bus Lorena tidak pernah di-BAP apalagi tandangan karena saat itu kondisinya sedang kritis di Rumah Sakit Immanuel.

“Terus terang polisi pernah datang ke rumah sakit waktu adik saya masih dirawat di RS Imanuel dalam kondisi kritis. Tidak ditanya mendetail, hanya difoto-foto saja. Adik saya mengalami cacat permanen akibat ginjalnya yang bergeser dan tulang punggungnya yang patah,” papar Yetti.

Kejadian nahas itu menimpa adiknya pada bulan Juni 2012 lalu pada pagi pukul 10.00 WIB. Saat itu, Azahrul Baihaki mengendarai Honda Vario, B – 3497- BII hendak pergi ke rumah rekannya. Saat melintas di Jalan Soekarno Hatta,  depan Hotel Nusantara, sekitar 50 meter dari lampu merah Kalibalok, ia mengambil jalan di bagian kiri, sebab terjadi antrian panjang kendaraan akibat lampu merah.

Saat itulah ban belakang motornya meleset, sehingga ia pun terjatuh ke bagian kanan jalan. Pada saat jatuh itu, bus Lorena melindas bagian paha hingga badan bagian kanan.

Setelah itu adik saya ditolong oleh warga yang ada di sekitar kejadian, lalu dibawa ke Rumah Sakit Imanuel. Bahkan sadisnya mobil yang telah melindas bus Lorena B-9066-KG yang dikemudikan Miftahul arif,30, warga Banten tidak berhenti untuk menolong.

“Sampai saat ini pihak Lorena tidak ada yang datang dan tidak ada perdamaian tapi sopir tidak ditahan,” lanjut Yetti. (Koesma/d)

Foto: Yetti, kakak korban tabrakan, saat melapor ke Propam Polda Lampung.  (Koesma).

  • promto

    dari kronologis yg salah yah pemotor….