Monday, 19 November 2018

Tujuh Langkah Pintar Berkendara Aman di Musim Hujan

Jumat, 18 Januari 2013 — 15:17 WIB
Mobil hujan21

HABIS  hujan terbitlah macet. Begitulah masyarakat di beberapa kota besar di Indonesia saat ini membuat plesetan untuk menyindir kondisi lalulintas yang semakin semrawut.

Banjir di jalanan, lampu lalulintas yang tidak berfungsi, hingga  perilaku  pengendara yang  tidak  disiplin  menyebabkan  kemacetan  bertambah  parah.

Angka  kecelakaan lalulintas pun biasanya bertambah banyak di saat musim penghujan.

Namun  kondisi  tersebut  tidak  seharusnya  membuat  rutinitas  harian  Anda  terhenti.  Yang  Anda  perlukan  untuk mengakalinya  hanyalah  harus  bersikap  lebih  waspada  saat  berkendara  di  jalanan  dan  ikuti  tujuh  langkah  pintar  dari Garda Oto berikut ini:

1.  Pelihara kecepatan sesuai dengan kondisi.
Pastikan  Anda  mengemudi  pada  kecepatan  yang  disesuaikan  dengan  kondisi  jarak  pandang  dan lingkungan sekitar, perhatikan apakah terdapat genangan air atau tidak, serta kondisi lapangan lainnya.

2.  Gunakan selalu putaran mesin rendah.
Jika Anda mengendarai mobil dengan mesin menggunakan bensin, jaga putaran mesin di angka 2500 rpm. Namun bila  Anda  mengendarai mobil  dengan  mesin  diesel,  Anda  harus  menjaga  putaran  mesin  di  angka  lebih  rendah yaitu,  1800  rpm.  Hal  tersebut  dibutuhkan  agar  mobil  Anda  tidak  mengalami slidding sehingga  traksi roda  tetap  optimal.

3.  Hidupkan lampu day time.
Saat  hujan  gunakanlah  lampu  day  time  (lampu  kecil). Seringkali  para  pengemudi  mobil  menggunakan  lampu hazards saat kondisi hujan. Ini SALAH. Karena lampu hazards dapat mengganggu pandangan pengemudi lainnya,
apalagi saat hujan.

4.  Perhatikan jarak pengereman.
Saat kondisi hujan, proses pengereman membutuhkan jarak yang lebih panjang dari pada saat kondisi kering. Anda
harus mengatur jarak pengereman lebih jauh dari biasanya.

5.  Hindari kecepatan tinggi pada genangan air tipis.
Saat  mobil  melewati  genangan  air  tipis,  ban  tidak  dapat  mencengkram  jalan  dengan  baik,  saat  itulah  mobil berpotensi mengalami aquaplaning atau melayang. Akibatnya, mobil Anda akan tidak stabil saat melaju.

6.  Hindari genangan air melebihi satu jengkal tinggi knalpot Anda.
Genangan  air  tinggi  dapat  mengakibatkan  mobil  Anda  mogok  dan  merusak  mesin  mobil. Sebaiknya  Anda  tidak menerobos genangan air tinggi terlebih banjir.

7.  Waspada!
Bagi  Anda yang bermukim di  daerah  rawan  banjir,  Anda  harus  waspada! Pastikan  mobil  kesayangan  Anda  dan keluarga sudah diasuransikan. Cek polis asuransi Anda apakah sudah ada perluasan jaminan untuk risiko angin topan,  badai,  banjir  &  tanah  longsor atau  tidak.

Jika  belum  ada,  segera  hubungi  provider  asuransi  Anda. Jangan lupa simpan nomor telepon penting untuk bantuan darurat di jalan.(bambang/d)

Reply