Sabtu, 19 Januari 2013 17:08:26 WIB

Tanggul Citarum Jebol, Ribuan Hektar Sawah Rusak

tanggul-citarum

BEKASI (Pos Kota)- Ratusan rumah dan ribuan hektar sawah siap panen, terendam air setelah tanggul Sungai Citarum di Kampung Capjaya RT 007/03 Desa Setia Jaya, Kecamatan Cabangbunggin, Bekasi ambrol sepanjang 200 meter.

“Ada tiga desa di Kecamatan Cabangbungin yang terkena dampak air Sungai Citarum,” kata Surya Wijaya, Camat Cabangbungin , sambil mengatakan ketiga desa itu Setia Jaya, Desa Lenggah Sari dan Desa Lenggah Jaya.

Kondisi tanggul itu sendiri saat ini kritis karena ambrol dan terkikis oleh derasnya air yang mengalir dari hulu. “Kondisinya kritis dan sangat membahayakan pemukiman warga yang tinggal disepanjang bantaran tanggul ini,” ujarnya. Kondisi tanggul yang dulunya 4 meter saat ini tersisa 1,5 meter saja.

“Kalau tidak diperbaiki saat ini, saya yakin kondisi tanggul tidak akan kuat mengingat debit air yang terus meninggi,” ungkapnya. Untuk itu, ia meminta pihak PT PP selaku pelaksana proyek rehabilitasi tanggul Sungai Citarum segera memperbaikinya, sebelum terjadi hal yang merugikan masyarakat banyak.

Sementara itu di daerah aliran sungai Citarum lainnya di Kecamatan Pebayuran ribuan rumah yang terendam banjir terus bertambah. Sabtu (19/) siang tanggul sungai Citarum yang berada di Batujaya,Karawang, Jawa Barat jebol menyusul tinggi curah hujan dan debit air sungai Citarum yang terus meluap. Warga kini berusaha rama ramai menutup tanggul dengan seadanya.

Ada delapan kecamatan di Kabupaten Karawang dan dua Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang berada dalam aliran sungai Citarum. Rumah rumah warga yang tidak terendam kini mulai terendam banjir. Luapan sungai Citarum akibat tangul jebol yang jebol karena tidak kuat menahan debit air yang deras, terjadi pada Sabtu pagi pukul 03.00 wib. (saban)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.