Thursday, 20 September 2018

Banjir, PAM Tidak Ngocor, Listrik Padam

Tukang Gerobak Air Panen Rejeki

Sabtu, 19 Januari 2013 — 0:21 WIB
ilustukang

SULITNYA warga mendapatkan air bersih lantaran listrik padam dan air PAM tidak ngocor mendatangkan berkah bagi penjual air bersih pikulan atau gerobak. Mereka panen lantaran warga berebut membeli air bersih tersebut.

Alim, penjual air pikulan/gerobak, mengaku pendapatan bersih naik 100 persen. Pada hari biasa cuma bisa meraup untung Rp100 ribu, kini bisa mencapai Rp200 ribu/hari.

“Warga yang membeli air bersih sekarang banyak. Mungkin karena banjir kali ya,” tutur pria asal Cirebon, Jumat (18/1). “Sehari kami bisa menjual air bersih 24 gerobak. Kalau dituruti sih bisa lebih dari itu. Tenaganya yang nggak kuat.”

Pada hari biasa bapak tiga anak ini cuma bisa menjual air bersih 12 gerobak. “Ya alhamdulillah, lagi banyak rezeki,” tuturnya sambil mengelap keringat. “Kalau lagi laris begini, kami bisa membawa pulang Rp200 ribu bersih.”
PULUHAN TAHUN

Alim menjual air bersih di wilayah RW 01 Kelurahan Serdang, Jakarta Pusat. Meski pembelinya banyak, tetapi lelaki berusia 55 tahun tidak menaikkan harga air bersih. “Kami nggak aji mumpung lah,” tuturnya.

Lelaki yang menjual air bersih sudah puluhan tahun ini, mengaku hasil dari pekerjaannya itu bisa mengkuliahkan anak-anaknya. “Anak saya sudah ada yang sarjana dan sekarang kerja di kantor kecamatan di daerah Cirebon. Ya berkah lah,” sambungnya.

Meski sudah puluhan tahun, tetapi Alim akan terus menjual air bersih. “Selagi tenaga masih kuat, kami akan berjualan air bersih. Habis kami tidak punya keterampilan lain,” pungkasnya. (este/o)

Teks ; Alim, penjual air bersih di Serdang, Jakarta Pusat. (este)