Friday, 16 November 2018

Ketum AMPI: Pendidikan Karakter Bangsa Masih Sebatas Konsep

Senin, 21 Januari 2013 — 2:37 WIB
Dave

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum AMPI, Dave Laksono, menilai pendidikan karakter bangsa yang digaungkan pemerintah masih sebatas konsep. Belum direalisasikan dalam aksi nyata. Pendidikan yang dapat membangun dan mempertahankan jati diri bangsa ini, perlu diberi perhatian lebih khusus.

“Selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai,” tegasnya,Minggu (20/1), di Jakarta.

Karenanya, perlu pengamalan nilai-nilai Pancasila yang lebih tegas lagi. Tidak usah dengan menambah matapelajaran. Kurikulumnya harus direvisi untuk memantapkan nilai-nilai kebangsaan.

Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) sebagai pengganti Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB), Pendidikan Moral Pancasila (PMP), dan Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), pendekatannya harus lebih menyenangkan sehingga lebih mudah dicerna para siswa. Pendekatan seperti ini harus dikenalkan sejak dini agar nilai-nilai kebangsaan semakin mengakar ketika beranjak dewasa.

AMPI sendiri, kata Dave, ingin bekerjasama dengan pihak sekolah dan perguruan tinggi untuk membantu memecahkan masalah kebangsaan ini. Namun, ia mengakui banyak yang curiga bantuan ini hanya alat politik partai tertentu. Padahal AMPI ingin benar-benar berkontribusi buat bangsa.

Dikemukakannya, AMPI prihatin dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa Indonesia saling tawuran dan kurang menghargai nilai-nilai Pancasila.
“Jika dulu tawuran hanya sebatas tonjok-tonjokan, sekarang sudah saling membunuh. Sangat mengerikan. Belum lagi konflik-konflik yang mengarah pada kekerasan,”katanya.  (aby/d)