LP Sukamiskin Tempat Mendekam Orang-orang Kaya

Selasa, 22 Januari 2013
lapas-sukamiskin

LAPAS Sukamiskin Bandung dari zaman Kompeni hingga era reformasi namanya terus melangit. Bangunan tua di Jalan AH Nasution Bandung, terkenal dengan sebutan Lapas Soekarno, menyusul Presiden Pertama RI sempat mendekam di salah satu kamar di Lapas tersebut.

Nama Sukamiskin kembali mengharum di era reformasi. Mengapa tidak, seabrek pimpinan birokrat dan parpol yang tersandung korupsi ramai-ramai menginap di sana.

Tidak berlebihan jika banyak yang berkomentar Sukamiskin hanya labelnya saja miskin, buktinya sekarang tidak. Ratusan penghuni Sukamiskin malah suka kaya dengan uang haram hasil korupsi. Luar biasa Lapas Sukamiskin malah jadi lapas suka kaya.

Narapidana yang tersandung kasus korupsi yang mendekam dan bebas dari Lapas ini. Diantaranya, mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan, mantan Gubernur Aceh Abdulah Puteh dan seabrek nama pejabat serta pengusaha lainya. Bahkan, Gayus Tambunan narapidana pengemplang pajak turut mendekam di Lapas ini.

Terakhir, cukup mengejutkan, 30 narapidan kasus korupsi asal Jawa Timur berbondong bondong masuk Lapas Sukamiskin Bandung. Belum termasuk Napi serba kaya yang datang dari Jakarta dan kota kota lainnya.

Sepekan di penghujung Januari 2013 berdasar catatan sudah masuk 104 napi koruptor masuk Sukamiskin. Mereka bergabung dengan 141 napi kasus sama. Semakin membludaknya napi koruptor di Lapas Sukamiskin semakin kuat merub ajh citra Sukamiskin kini berubah menjadi Lapas Sukakaya.

TERSISA 331

Wakil Menteri Hukum Deni Indrayana, saat sidak beberapa hari lalu menegaskan, napi korupsi dipindahkan ke Sukamiskin lantaran segi keamanan di Lapas ini sangat baik. Pertimbangan lain, Sukamiskin akan dijadikan sentral Lapas khusus korupsi, dan napi kasus lain akan segera dipindahkan ke Lapas Cirebon.

Kalapas Suklamisklin Endang Sudirman, mengakui jika napi korupstor kini berkumpul di Sukamiskin Bandung. Untuk itu, dia berjanji meningkatkan keamanan di lingkungan Lapas supaya semuanya bisa terkendali dan aman. Dia menambahkan, jumlah napi koruptor di Sukamiskin semakin banyak. Berdasar catatan, 74 napi berasal dari Jawa Timur, 43 pindahan dari Lapas Jateng, 21 napi asal Banten, 9 pindahan dari Yogyakarta, dan satu napi darii Sulut.

“ Kapasitas kamar yang ada 547 yang sudah terisi 546 kamar. Setelah dihitung dan dicek masih tersisa 331 kamar yang kosong. Jumlah napi korupsi yang ada di Sukamiskin kini berjumlah total 216 napi koruptor. Sukamiskin kini mendadak berubah jadi lapas yang diisi napi Suka Kaya. Uang, dan jabatan tetap masih turut berbicara dan berpengaruh selama mereka berada di Lapas. Akankah sipir dan pejabat Lapas tetap beristiqomah dalam menghadapi napi Sukakaya? (Dono Darsono)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.