Saturday, 18 August 2018

Yakuza Sudah Merasuk Ke Masyarakat Indonesia

Kamis, 24 Januari 2013 — 10:01 WIB
yakuza

JAKARTA (Pos Kota) – Sadar atau tidak, ternyata mafia elit asal Jepang, Yakuza sudah lama merasuk ke masyarakat Indonesia. Tak heran, warga negara Indonesia yang ada di Jepang maupun di Tanah Air  pun diminta berhati-hati jika berhubungan dengan Yakuza, geng yang berasal dari kalangan berdasi tersebut.

This 20 April 2002 picture shows members

Yakuza – preman elite Jepang. Acara pemakaman boss Yakuza Yamaguchi-gumi di Kobe.

Kenapa masyarakat Indonesia harus berhati-hati terhadap Yakuza dan menjaga jarak dengan mereka? Karena di negeri asalnya Yakuza dikenal tegas dan keras jika berhadapan dengan musuh,” ucap Richard Susilo, wartawan Indonesia yang telah 20 tahun tinggal di negeri Matahari Terbit di sela peluncuran situs www.yakuza.in di  Jakarta.

Menurut Richard Susilo, Yakuza masuk ke Indonesia ditengarai sejak 20 tahun lalu. Namun ia berpesan masyarakat Indonesia tidak perlu cemas karena Yakuza hanya berurusan dengan kaum berdasi. Tetapi ia menyarankan agar kita tetap menganut prinsip kehati-hatian. “Sebelum kita jatuh ke lumpur, baiknya hati-hati selalu deh,” urainya.

TAHUN BARU PELAJARI YAKUZA

Richard mengatakan, banyak yang tidak mengetahui apa itu Yakuza. Bagi yang pernah mendengar nama Yakuza pun tampak ketakutan, dengan berbagai citra negatif yang ada di kepala masing-masing orang.

Kini,  dengan peluncuran situs khusus mengenai Yakuza berbahasa Indonesia, menurut Richard Susilo, diharapkan citra negatif terhadap Yakuza berubah.

“Saya membuat situs Yakuza untuk menyebarluaskan apa itu Yakuza sebenarnya. Bukan seperti preman yang ada di Indonesia, tidak menakutkan. Tetapi tentu asal ada persyaratan untuk itu,” papar Richard.
Lalu mengapa disebutkan beda dengan preman,

“Kalau preman di Indonesia itu benar-benar ngawur. Kita gak dikenal pun akan diganggu, di-kompas, dimintain uang dan sebagainya. Mengerikan, menjengkelkan dan menjijikkan. Tetapi Yakuza itu tidak mengganggu kita. Apalagi kita orang biasa, bukan kaya raya, enggan mereka mengganggu kita. Mengapa? Karena Yakuza itu kaya raya.”

Lalu persyaratannya apa supaya kita tidak diganggu? Menurut Richard, jka kita menetap di Jepang,  jangan sekali-kali berurusan dengan Yakuza.

“Kita jangan mendekati, jangan berhubungan, jangan meminta tolong, dan jangan memberikan uang. Pada hakekatnya, saat kita berhubungan dengan Yakuza, maka dari situlah masalah akan muncul kepada kita sendiri,” ujar Richard yang juga Komisaris Pandan College ini.

“Tetapi selama kita tak tahu, ya tak ada masalah. Tetapi begitu kita tahu, wah ternyata dia anggota Yakuza, cobalah menghindar, menjauh dari anggota Yakuza tersebut dan dia pun pasti tahu kalau kita sudah sadar bahwa dia anggota Yakuza. Maka Yakuza itu pun juga akan menjauh atau tak akan mendekati kita pula. Inilah hukum di Jepang.”

Selain itu kita juga jangan berbuat yang tidak benar, misalnya ke klub, memakai cewek tidak membayar, atau janji sesuatu tidak ditepati.

“Di Jepang mulut adalah janji dan janji harus ditepati. Kita tak bisa dan tak boleh menghindar dari ucapan janji yang telah dikeluarkan dari mulut kita sendiri. Jangan bilang oh salah bicara, apalagi kita katakan gak pernah bicara itu, habislah kita dikerjain Yakuza,” tekannya lagi.

Hal tersebut merupakan karakter utama, fondasi utama adat kebiasaan dan budaya Jepang, mulut adalah janji. “Tidak seperti di Indonesia, kita membuat kontrak sampai 10 cm tebalnya, eh masuk pengadilan juga, lalu apa arti kontrak tertulis tersebut yang sudah dibuat bagus sampai detil dan ber-ratus halaman mungkin.”

Sampai  saat ini, sudah hampir 2000 orang yang teregistrasi di situs asuhan Richard tersebut. Dan ternyata menarik sekali bagi masyarakat Indonesia. Situs yang bersifat pendidikan ini bukanlah berisi hal fiksi atau khayalan belaka, tetapi semua dari kisah nyata hasil peliputan Richard selama 20 tahun lebih di berbagai tempat, berbagai sumber sehingga menghasilkan penulisan Yakuza tersebut.

“Saya mau membukukan, tetapi kayaknya gak ada yang mau menerbitkan kali ya. Makanya untuk sementara saya meluncurkan www.yakuza.in” paparnya lagi sambil tersenyum.

Apabila dijadikan buku mungkin sangat berharga sebagai bahan informasi  menarik bagi banyak orang. “Dan siapa tahu kita pun dapat mempelajarinya untuk menghadapi para preman di Indonesia pula,” ujar dia. (aby/d)

  • YuhuDesca

    preman indo => seperti orang gila kelaparan.
    yakuza => seperti ketua adat dgn tarif mahal.