Friday, 23 August 2019

Menhan Resmikan Kapal Cepat Rudal KRI Beladau-643

Jumat, 25 Januari 2013 — 15:04 WIB
menhan-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., Ph.D.  meresmikan Kapal Cepat Rudal (KCR)-40 ketiga, KRI Beladau – 643 yang merupakan hasil karya putera-puteri Indonesia produksi perusahaan galangan kapal swasta nasional Batam PT. Palindo Marine Shipyard di Dermaga Batu Ampar Kota Batam, Kepulauan Riau,  Jumat (25/1).

Acara tersebut dihadiri Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., Kasal Laksdya TNI Marsetio, M.M., Dirjen Renhan Kemhan Marsda TNI Sunaryo, Pangarmabar Laksda TNI Arief Rudianto, Komandan Lantamal IV Tanjung Pinang  Laksma TNI Agus Heryana, Dirut PT. Palindo Marine Shipyard Harmanto dan para pejabat Kemhan, Mabes TNI serta Mabes TNI Angkatan Laut.
Acara dimulai dengan penandatanganan dan penyerahan Protocol of Delivery dari pihak PT. Palindo Marine Shipyard yang diwakili  Dirut PT. Palindo Marine Shipyard kepada Kemhan yang diwakili Kabaranahan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo. Selanjutnya secara berurutan diserahkan kepada Aslog Panglima TNI Mayjen TNI H. Hari Krisnomo, S.IP, M.Sc,, Aslog Kasal Laksda TNI Sru Handayanto dan terakhir diterima Pangarmabar Laksda TNI Arief Rudianto. Penandatanganan dan penyerahan Protocol of Delivery tersebut disaksikan  Menhan RI, Panglima TNI, Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddik dan Kasal.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan dibukanya selubung papan nama KRI Beladau–643 oleh Menhan RI. Bersamaan dengan acara peresmian tersebut, Menhan RI juga melantik Komandan KRI Beladau–643 yang dijabat Mayor Laut (P) Hari Suyanto.
KRI Beladau – 643 merupakan kapal cepat ketiga yang diproduksi di PT Palindo Marine, Kawasan Industri Tanjungujang, Batam. Kapal dengan teknologi tinggi tersebut memiliki spesifikasi panjang 40 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi fixed propeller 5 daun. KCR 40 mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot.

KCR-40 terbuat dari baja khusus bernama high tensile steel pada bagian lambung. Baja hight tensils steel merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Krakatau Steel. Sementara untuk bagian atasanya menggunakan aluminium alloy sehingga memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar.

Kapal ini juga dilengkapi dengan sistem persenjataan modern (sewaco/sensor weapon control), di antaranya meriam kaliber 30 mm enam laras sebagai close in weapon system (CIWS) atau sistem pertempuran jarak dekat dan rudal anti kapal buatan China C-705.

Bersamaan dengan peresmian KCR-40 KRI Beladau-643 dilaksanakan juga penyerahan 1 unit Combat Boat dari PT. Palindo Marine Shipyard kepada Kementerian Pertahanan.

(dispenarmabar/syamsir)