Senin, 28 Januari 2013 21:01:11 WIB

Terungkap Dalam Persidangan

Hasil Korusi Alquran Mengalir ke Mana-mana

koralqur281

JAKARTA (Pos Kota) – Sidang perdana kasus korupsi pengadaan laboratorium komputer dan Al-Qur’an di Kementerian Agama (Kemenag) dengan terdakwa Zulkarnain Djabar dan Dendy Prasetya digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (28/1) sore. Dalam sidang ini terungkap, dana hasil korupsi tersebut tidak hanya mengalir ke bapak dan anak itu, namun juga ke sejumlah pihak lain.

Disebutkan, sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) KPK nomor Dak-01-/24/01/2013, Vasko Ruseimy, Syasurachman, Priyo Budi Santoso dan kantor Dendy (PT Karya Sinergi Alam) ikut menerima uang hasil korupsi tersebut.

“Fee dari pekerjaan laboratorium komputer senilai Rp31,2 miliar untuk pertama, (dibagikan kepada) Zulkarnain Djabar sebesar 6 %, Vasko/Syamsu 2 %, kantor 0,5 %, Priyo Budi Santoso 1 %, Fahd 3,25 % dan Dendy 2,25 %,” papar jaksa Dzakiyul Fikri, dalam persidangan yang berlangsung sekitar 3 jam itu.

Jaksa menambahkan, pembagian fee terhadap orang-orang di atas juga dilakukan pada proyek pengadaan kitab suci Al-Qur’an tahun 2011 senilai Rp22 miliar. Di mana masing-masing mendapatkan, 6,5 % untuk Zulkarnaen, 3 % (Vasko/Syamsu), 3,5 % (Priyo Budi Santoso), 5 % (Fahd), 4 % (Dendy) dan 1 % (kantor Dendy).

Sementara proyek pengadaan Al Quran tahun 2012 senilai Rp50 miliar mengalir kepada lima pihak, yakni Zulkarnain 8 %, Vasko/Syamsu 1,5 %, Fahd 3,25 %, Dendy 2,25 % dan kantor 1 %.

Seperti diketahui, mantan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Zulkarnain Djabar, maupun puteranya Dendy Prasetya selaku Direktur PT Karya Sinergi Alam, diduga menerima suap lebih dari Rp10 miliar. Pemberian itu diduga diberikan kepada Zulkarnain yang saat itu menjabat anggota banggar DPR karena telah menyetujui anggaran di Kemenag.

Atas perbuatan Zulkarnain dan Dendy itu, keduanya diancam dengan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat 2 jo. Pasal 5 ayat 1 huruf b jo. Pasal 18 undang-undang tindak pidana korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana jo. Pasal 65 ayat 1 KUHPidana. (yulian)

Teks :Zulkarnaen Djabar terdakwa korupsi Alquran

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.