Senin, 28 Januari 2013 10:20:24 WIB

Dalam Diskusi Ilmiah Mahasiswa Indonesia

Kurikulum 2013 Juga Dibahas di India

diskusiilmiah281

JAKARTA (Pos Kota)- Mengawali tahun 2013 serta dalam rangka memperingati Maulid nabi Muhammad SAW, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hyderabad di India mengadakan diskusi ilmiah yang bersifat interaktif Sabtu 26 Januari di Wildan Solo Guest House, Sitaphalmandi.

“Acara ini sengaja digagas sebagai ajang penyaluran kreatifitas dan intelektualitas bagi para pelajar Indonesia khususnya di kota metropolitan Hyderabad”, kata Susanto sebagai ketua panitia diskusi seperti dalam release yang dikirim ke poskotanews.com.

Susanto, seorang kandidat doktor ilmu linguistik dan fonetik di EFL University menambahkan, acara yang menjadi ajang brainstorming bagi mahasiswa Indonesia tersebut nantinya akan diagendakan sebulan sekali di wilayah Hyderabad.

Ketua PPI Hyderabad, Afrig Wasiso,mahasiswa program MBA di Osmania University mengatakan bahwa diskusi ilmiah ini sangat penting dan ini bisa dijadikan tempat bagi mahasiswa Indonesia S1, S2 dan S3 dari berbagai jurusan, untuk “sharing opinion” terutama bagi mahasiswa senior kepada mahasiswa junior yang sedang menuntut ilmu di Negara Gandhi tersebut.

Atase Pendidikan di KBRI New Delhi, Dr.Son Kuswadisangat mendukung acara tersebut. Dalam sambutannya, Dr. Son Kuswadi menyampaikan bahwa masalah pendidikan di Indonesia adalah tanggung jawab kita semua, sehingga melalui diskusi ilmiah ini diharapkan muncul ide-ide dari mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Hyderabad yang bisa dijadikan pencerahan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dalam acara diskusi ilmiah itu sendiri, tema yang diangkat adalah Optimalisasi Kecerdasan Anak Berbasis “Multiple Intelligences”: Sebuah Masukan untuk Kurikulum Pendidikan 2013.

Noprival sebagai pemateri dalam diskusi ilmiah membahas tentang teori Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Howard Gardner tahun 1983. Menurut teori tersebut, dikatakan bahwa dalam diri manusia terdapat banyak kecerdasan yaitu kecerdasan berbahasa, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan seni visualisasi (spasial), kecerdasan kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Diskusi dilanjutkan dengan membahas beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat.

“Dengan mengetahui Multiple Intelligences, kita selaku pendidik dan siapapun yang terlibat dalam proses pendidikan haruslah memperhatikan hal-hal dalam pengembangan Multiple Intelligences ini”, kata Noprival, yang sedang kuliah S2 jurusan Pengajaran Bahasa di EFL University.

Dalam diskusi ilmiah tersebut semua peserta yang merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S1, S2 dan S3 di Hyderabad sangat antusias memberikan pertanyaan sekaligus menceritakan pengalaman-pengalaman mereka sebagai pihak yang terlibat langsung dalam pendidikan.

Susanto, yang juga seorang dosen di Fasas UISU-Medan, memberikan komentarnya dalam diskusi tersebut bahwa kita sebagai pendidik baik di institusi formal maupun informal, di sekolah maupun di rumah janganlah terjebak terhadap pandangan yang mengatakan bahwa dengan Multiple Intelligences ini kita hanya mencari kecerdasan apa yang menonjol dari seseorang kemudian hanya fokus pada pengembangan satu kecerdasan saja.

“Setiap anak adalah the Masterpiece of God, jadi setiap anak memiliki semua Multiple Intelligences. Tanggung jawab kita sebagai pendidik adalah berupaya maksimal untuk merangsang semua kecerdasan yang dimiliki oleh peserta didik dan kita terus mengembangkan semua kecerdasan tersebut dalam diri peserta didik”, kata Susanto, peraih Ambassador Awards for Excellence 2011.

“Salah satu cara untuk merangsang semua kecerdasan dan mengembangkannya adalah dengan menggunakan bahasa dengan bijaksana dalam berkomunikasi dengan peserta didik di dalam proses pendidikan. Jangan memarahi dengan kasar, menghardik, menyudutkan dan lain sebagainya yang bisa menjadikan peserta didik menjadi takut dan rendah diri”, kata Susanto .

Acara diskusi ilmiah semakin meriah ketika salah seorang peserta menanyakan tentang sejauh mana Kurikulum Pendidikan 2013 yang akan diterapkan di Indonesia nantinya dalam mengakomodasi Multiple Intelligences. Dalam diskusi tersebut, Muhammad Prana Adithya, mahasiswa S2 di bidang English Language Education di EFL University, mengatakan bahwa kurikulum sebelumnya yang disebut dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan di Indonesia sudah berjalan sangat baik dan meningkatkan kualitas guru dan siswa. Guru bisa berperan dan berkreasi maksimal dalam merangsang Multiple Intelegences murid.(B)

Teks : Panitia diskusi ilmiah mahasiswa Indonesia di India

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.