RS Tarakan Rawat Puluhan Pasien Korban Banjir

Rabu, 30 Januari 2013 — 0:58 WIB
rstrakan291

GAMBIR(Pos Kota) – Warga korban banjir banyak yang diserang penyakit pascabanjir. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat (Jakpus) setiap harinya puluhan warga korban banjir datang untuk berobat. Sebagian besar dari mereka terkena penyakit diare dan demam.

Kepala Humas RSUD Tarakan, dr Theryoto mengakui pasca banjir banyak warga korban banjir yang datang berobat. Setiap harinya puluhan warga atau pasien dirujuk untuk berobat ke RSUD Tarakan, namun tidak semua yang berobat harus menjalani rawat inap tetapi banyak yang rawat jalan.

“Saat ini ada 35 pasien korban banjir yang dirawat karena diare, sebagian besar dari mereka merupakan anak-anak,” jelas Theryoto, Selasa (29/1).

Anak-anak yang masih berusia 1 bulan -5 tahun sangat rentan dengan penyakit pasca banjir. Hal ini karena kondisi lingkungan pemukiman yang masih kotor karena masih banyak sampah dan lumpur sehingga rawan timbulnya penyakit. “Mereka yang berobat di RSUD Tarakan tidak hanya dari wilayah Jakpus, tapi dari wilayah lain seperti Jakarta Barat atau Jakarta Utara,” ucapnya.

Rata-rata pasien yang menderita penyakit diare dirawat dalam waktu tiga hari, mereka mendapatkan perawatan tidak dipungut biaya atau gratis karena ber-KTP DKI Jakarta. “Sebagian besar sakitnya diare, untuk Leptospirosis (penyakit kecing tikus) belum ada,” kata Theryoto. (tarta)

Foto RS Tarakan (ist)

Terbaru
Terpopuler
Minggu, 2 Agustus 2015 — 14:58 WIB
Jakarta
Minggu, 2 Agustus 2015 — 14:54 WIB
Jakarta
Minggu, 2 Agustus 2015 — 14:36 WIB
Jakarta
Minggu, 2 Agustus 2015 — 14:28 WIB
Otosport
Minggu, 2 Agustus 2015 — 14:24 WIB
Bola
Minggu, 2 Agustus 2015 — 14:08 WIB
Pedagang Kaki-5 Diadili di PN Jakarta Selatan
Tiga Kali Tertangkap Buang Sampah Bakal Dipenjara 10 Hari
Uncategorized
Minggu, 2 Agustus 2015 — 14:03 WIB
Jakarta
Minggu, 2 Agustus 2015 — 13:58 WIB
Jakarta
Minggu, 2 Agustus 2015 — 13:49 WIB
Petugas PPSU Serentak Bersihkan Lingkungan
Tujuhbelasan Jaktim Kinclong
Jakarta